Ibunda Maria Londa Terkejut dan Bangga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Maria Londa Pemenang Medali Emas Lompat Jauh Asean Games. TEMPO/Rofiqi Hasan

    Ibunda Maria Londa Pemenang Medali Emas Lompat Jauh Asean Games. TEMPO/Rofiqi Hasan

    TEMPO.CO, Denpasar: Prestasi Maria Natalia Londa yang berhasil meraih medali emas di cabang lompat jauh pada Asean Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, menjadi kejutan yang membanggakan bagi keluarganya. Terlebih lagi bagi ibundanya, Anastasia Ariningsih, 50 tahun.

    “Mulanya saya tak percaya. Baru percaya setelah menonton televisi,” katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu, 30 September 2014. Hal itu karena dia sadar pesaing Maria jauh lebih kuat dibanding pertandingan yang pernah diikuti sebelumnya, termasuk SEA Games 2013 di Myanmar. (Baca: Hari Ini Maria Londa Diharapkan Buat Kejutan Lagi)

    Ia mengaku sangat bangga karena putrinya ikut mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Prestasi itu mengingatkannya pada suaminya Kamilus Kasi yang telah meninggal 3 tahun lalu. (Baca: PASI terkejut Maria Londa Raih Emas)

    "Dulu ayahnya yang selalu mendorong Maria untuk tekun berlatih dan menjadi atlet," ungkap Anastasia mengenai putrinya yang kini menempuh kuliah semester akhir di IKIP PGRI Bali.

    Keluarga Maria sendiri adalah keluarga sederhana. Ibunya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali. Prestasi dan bakat olahraga telah terlihat sejak Maria masih berusia anak-anak. Maria kecil saat kelas III SD pun telah berhasil menyabet juara tiga lomba lari pada kejurnas junior di Jakarta.

    Maria Natalia Londa berhasil meraih medali emas setelah mampu melompat sejauh 6,55 meter. Mengalahkan jarak lompatan pesaing terberatnya, Bui Thi Thu Thao dari Vietnam dan Jiang Yangfei dari Tiongkok. Masing-masing memperoleh medali perak dan perunggu.

    ROFIQI HASAN

    Berita Lain
    Maria Londa Ungkap Rahasia Kesuksesan Meraih Emas
    Malaysia Doping, Indonesia Tambah Emas dari Wushu
    Diterjang Bola, Wasit Perempuan Ini Semaput


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.