Perenang Jepang Bantah Mencuri Kamera Wartawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Shizuo Kambayashi

    AP Photo/Shizuo Kambayashi

    TEMPO.CO, Tokyo – Perenang Jepang, Naoya Tomita, yang sebelumnya mengaku telah mencuri kamera saat Asian Games di Incheon, Korea Selatan, berlangsung pada September lalu, memberikan pernyataan pada Kamis, 5 November 2014. Dia mencabut pernyataannya dan mengatakan ada seorang lelaki yang menaruh kamera curian tersebut ke dalam tasnya.

    Tomita, 25 tahun, dikenai sanksi larangan beraktivitas di cabang olahraga renang selama 18 bulan oleh Federasi Renang Jepang. Ia juga dipecat dari perkerjaannya setelah mengakui telah mencuri kamera senilai US$ 7.361 atau sekitar Rp 96,7 juta. Kamera itu milik seorang fotografer yang bekerja untuk kantor berita Korea Selatan. (Baca: Indonesia Resmi Tuan Rumah Asian Games 2018)

    Didampingi pengacaranya, Tomita memberi pengakuan di depan wartawan di Nagoya, Jepang, Kamis. Ia membeberkan bahwa seseorang menaruh kamera tanpa lensa ke dalam tasnya. Waktu itu, ia mengaku mengambil karena khawatir tidak dibolehkan pulang ke Jepang.

    "Saya tidak mencuri kamera itu,” kata Tomita pada wartawan. “Saya mengambilnya karena saya pikir itu barang rongsokan, dan kemudian saya letakkan di perkampungan atlet.”

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN

    Baca juga:
    Menteri Nila Blusukan, Spanduk Iklan Rokok Dicopot
    Suku-suku Asli Amazon Diteliti Lewat Satelit
    Adhyaksa Dault Ingin Ubah Brand Pramuka
    FFI 2014, Kembalikan Piala Citra ke Bentuk Awal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.