Juara Dunia Wushu Indonesia Menanggung Beban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlit wushu sanshou, Moria Manalu. TEMPO/Yosep Arkian

    Atlit wushu sanshou, Moria Manalu. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara Dunia Wushu Sanda (nomor pertarungan) kelas 65 kilogram, Moaria Manalu, mengatakan menyandang status sebagai juara dunia tidaklah mudah.

    "Itu beban banget," kata dia seusai menjalani pertandingan final Kejuaraan Dunia Wushu Sanda di Istora Gelora Bung Karno, Jumat malam, 21 November 2014. "Saya harus bergiat lagi latihan untuk mempertahankan ini."

    Menurut Moria, dia juga masih penasaran karena lawan yang paling berat, yaitu dari Cina, tidak ikut serta dalam kejuaraan itu. Kendati demikian, kemenangan yang ia raih dengan mengalahkan petarung Iran Maryam Hashemiforoud 2-0, itu tetap ia syukuri. 

    "Dukungan penonton dan pengurus di sini membuat saya terpancing untuk semakin bersemangat merebut medali emas," Moria menambahkan.

    Moria berharap dirinya bisa berkesempatan membela Indonesia di ajang SEA Games Singapura, Juli tahun depan. "Kalau dipanggil SEA Games, saya akan berusaha maksimal," kata peraih medali emas SEA GAmes 2011 ini.

    Selain Moria, atlet wushu lain yang mendapat medali adalah Junita Malau, yang meraih medali perak  di kelas 48 kilogram dan Hertati, yang meraih perunggu di kelas 52 kilogram.


    GADI MAKITAN

    Baca juga:
    Indonesia Imbangi Vietnam 2-2 
    Babak Pertama Indonesia Tahan Imbang Vietnam
    Indonesia Beruntung Tahan Imbang Vietnam
    Hasil Imbang, Pelatih Vietnam Tak Puas

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.