Soal Mafia Judi, Menpora: Tim Sedang Bekerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyadari harapan publik terhadap prestasi olahraga sepak bola teramat besar. Sementara itu, prestasinya nyaris tidak ada. Kekecewaan publik pun tak jarang dialamatkan kepadanya, yang baru sebulan lebih sepekan menjabat Menpora.

    Menpora bahkan mendapatkan pesan pendek. “Kalau tidak bisa membekukan PSSI, berarti harus mundur,” begitu bunyi pesan pendek yang diterima Imam beberapa waktu lalu. Menanggapi itu, ia pun menjawab singkat, “Sabar toh, Le.”

    Selasa lalu, Menteri Imam menerima Rina Widiastuti, Gadi Makitan, Aditya Budiman, dan fotografer Dhemas Reviyanto dari Tempo di ruang kerjanya di lantai 10 gedung Kemenpora.

    Berikut ini petikan wawancara dengan Imam:

    Bagaimana dengan wacana lebih baik PSSI di-banned saja oleh FIFA, sehingga kita bisa punya waktu untuk membenahi persepakbolaan kita? Apakah itu akan menjadi salah satu alternatif Anda dalam menyelesaikan masalah sepak bola?

    Ya, itu menjadi salah satu alternatif. Tapi, sekali lagi, saya berharap agar bersabar. Jangan sampai kita lari dari mulut harimau, lalu masuk ke mulut buaya.

    Sampai kapan bersabar?

    Seperti halnya dalam kehidupan, kita harus bersabar dalam meraih kesuksesan. Saya, kalau ditanya soal waktu, susah menjawab. Sekali lagi, ini bukan persoalan kuantitatif. Bukan 2 x 2 = 4. Seperti dalam bernegara, kita ingin menjadi negara besar. Itu kan tidak cukup dengan hanya rencana lima tahunan.

    Kalau sulit bicara soal waktu, mungkin Anda bisa bicara soal syarat kondisi sampai Anda akan melakukannya?

    Ini belum selesai soal masalah sepak bola gajah. Yang kedua, harus ada pembenahan total soal perekrutan atlet dan pelatih, termasuk sistem manajemen yang ada di situ.

    Soal pemberantasan mafia judi bola, sejauh mana perkembangannya?

    Biarkan aparat penegak hukum menjalankan tugasnya. Kami belum bertemu dengan Kapolri lagi hingga sekarang. Baru bertemu secara informal. Masing-masing masih sibuk. Tapi tim kami sedang bekerja.

    Ini seperti dua sisi mata uang. Ada dorongan akan adanya industri olahraga, tapi juga ada dorongan untuk memberantas mafia olahraga. Kalau kami tidak pas dalam memetakan, ini bisa menjadi antiklimaks.

    ***



    Berita terpopuler lainnya:
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin
    Gubernur FPI Ngarep Sumbangan Warga
    Awas, Nama-nama Berikut Ini Terlarang Digunakan!
    Cerita Ahok tentang Hantu dan Setan Buta Huruf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.