Besok, Tim Sembilan Dibahas di DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu ruangan Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, 2 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana salah satu ruangan Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, 2 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) Komisi X akan melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Gedung Dewan, Selasa, 20 Januari 2015. Salah satu hal yang akan dipresentasikan Kementerian Olahraga adalah Tim Sembilan--tim yang dibentuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk mengevaluasi kinerja Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang juga salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot S. Dewabroto, mengafirmasi hal ini ketika Tempo menanyakan melalui pesan pendek. "Ya," kata Gatot, Senin, 19 Januari 2015. "Selain persiapan SEA Games dan Asian Games."

    Gatot mengatakan anggota Tim Sembilan yang lain tidak akan hadir. "Karena ini undangannya untuk Kemenpora," ujarnya.

    Menurut Gatot, belum ada perkembangan terbaru mengenai hasil kerja Tim Sembilan sejak konferensi pers terakhir Tim Sembilan di Kementerian Olahraga, Selasa pekan lalu. Saat itu, Gatot mengatakan bahwa Tim Sembilan telah menghasilkan sebuah rekomendasi, yaitu dibuatnya nota kesepahaman antara Kementerian Olahraga dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta antara Kementerian Olahraga dan kepolisian. Gatot juga mengatakan pihaknya telah menyarankan agar dibuat sebuah pelayanan satu atap (one stop service) untuk proses perizinan pemain dan hal lainnya.

    GADI MAKITAN

    Baca juga:
    City Kalah, Chelsea Kian Mantap di Puncak Klasemen
    Ana Ivanovic Tersingkir dari Australia Terbuka
    Kembali ke Lapangan, Li Na Umumkan Kehamilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.