Asian Games, OCA Minta Indonesia Bangun Velodrome  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama mengibarkan bendera Asian Games untuk para atlet saat upacara penutupan Asian Games di Incheon, 4 Oktober 2014. Ahok beserta Alex Noerdin dan Rita Subowo mewakili Indonesia untuk serah terima tuan rumah Asian Games ke-18 pada 2018. (AP/Dita Alangkara)

    Basuki Tjahaja Purnama mengibarkan bendera Asian Games untuk para atlet saat upacara penutupan Asian Games di Incheon, 4 Oktober 2014. Ahok beserta Alex Noerdin dan Rita Subowo mewakili Indonesia untuk serah terima tuan rumah Asian Games ke-18 pada 2018. (AP/Dita Alangkara)

    TEMPO.CO, Jakarta: Komite Olimpiade Indonesia akan menggelar rapat koordinasi dengan Federasi Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) pada Selasa, 27 Januari 2015. Ketua Umum KOI Rita Subowo mengatakan rapat koordinasi ini untuk memutuskan kelayakan tempat (venue) penyelenggaran cabang olahraga di Jakarta. Sejauh ini dari hasil kunjungan delegasi OCA, sebagian besar lokasi harus segera direnovasi. "Sedangkan yang akan dibangun baru, yaitu velodrome (venue sepeda) dan kolam renang," kata Rita, Senin, 26 Januari 2015.

    Begitu juga untuk lokasi di Palembang, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat, delegasi OCA akan melihat lokasi yang sudah disiapkan untuk cabang olahraga tertentu. Jika dirasa sudah sesuai, lanjut Rita, mereka akan mengirimkan tim teknis yang bertujuan menilai kelayakan lokasi. "Mereka kemudian memutuskan bagian mana yang mesti dibenahi," ucapnya.

    Hari ini delegasi OCA meninjau langsung kondisi kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, yang akan menjadi salah satu lokasi pertandingan Asian Games 2018. Rombongan OCA yang berjumlah lebih dari sepuluh orang tersebut dipimpin oleh Tzunekazu Takeda. Tiba di kompleks Gelora Bung Karno , mereka langsung menuju pintu VIP Barat dan melihat dari dekat Stadion GBK. Beberapa delegasi terlihat sibuk mendokumentasikan kondisi stadion terbesar di Indonesia itu.

    Ketua KOI Rita Subowo yang ikut mendampingi memberi penjelasan kepada delegasi. Besar kemungkinan, stadion dengan kapasitas lebih dari 80 ribu penonton bakal menjadi lokasi pembukaan kejuaraan empat tahunan itu. Dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, rombongan delegasi OCA bergerak menuju Istora Senayan. Selama ini Istora banyak dimanfaatkan untuk menggelar pertandingan cabang olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, futsal, sampai kejuaraan bela diri.

    Rombongan kemudian mendatangi lapangan tenis outdoor dan indoor. Delegasi dengan teliti melihat kondisi lapangan. Setelah itu, rombongan langsung menuju kolam renang.

    Lebih lanjut, Rita mengatakan, setelah kunjungan ini KOI akan mengirimkan surat ke induk organisasi internasional masing-masing cabang olahraga. Tujuannya, meminta masukan ihwal spesifikasi detail untuk lokasi pertandingan. "Secara umum semua lokasi pertandingan yang akan digunakan akan direnovasi," kata dia.

    Sebelum mendatangi kompleks SUGBK, rombongan OCA juga meninjau Jiexpo Kemayoran serta lokasi pertandingan di Serpong, Tangerang. Menurut Rita, Serpong direncanakan akan dipakai untuk olahraga tim, seperti basket dan bola voli.

    Selain melihat kondisi lapangan, delegasi OCA juga membicarakan penerapan teknologi informasi dan pemasaran. Ketua Komisi Sports for All KOI Ade Lukman mengatakan mereka akan melihat perkembangan pembangunan setiap enam bulan sekali.

    ANTARA | ADITYA BUDIMAN


    Berita Lain
    Messi-Neymar, Duet Sakti Barcelona
    Orang Ini Tolak Jabat Tangan Mourinho
    Nil Maizar Kembali Latih Semen Padang
    Menang 3-2, Arsenal Lolos ke Babak Kelima Piala FA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.