Kontrak Atlet Bulu Tangkis PBSI Naik 400 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Anggia Shitta Awanda (kiri) dan Della Destiara Haris, bertanding di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark, 27 Agustus 2014. Anggia/Della buat kejutan dengan menang dua set langsung, 21-14, 21-18, atas unggulan pertama asal Cina Bao Yixin/Tang Jinhua. (Humas PBSI)

    Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Anggia Shitta Awanda (kiri) dan Della Destiara Haris, bertanding di Ballerup Super Arena, Kopenhagen, Denmark, 27 Agustus 2014. Anggia/Della buat kejutan dengan menang dua set langsung, 21-14, 21-18, atas unggulan pertama asal Cina Bao Yixin/Tang Jinhua. (Humas PBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Awal tahun 2015 menjadi momen penting bagi sejumlah pebulutangkis nasional yang menghuni pemusatan latihan nasional di Cipayung, Jakarta. Selain kembali dipercaya untuk mewakili Indonesia di turnamen bergengsi internasional, para pemain juga mendapatkan kontrak baru dari sejumlah sponsor.

    Kepala Bidang Pemasaran dan Sponsorship Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Yoppy Rosimin, mengatakan terjadi kenaikan nilai kontrak pemain pada tahun ini dibandingkan sebelumnya. Tanpa menyebutkan nilai kontraknya, kata Yoppy, kenaikan paling tinggi mencapai 400 persen. "Nilai tertinggi mereka yang juara di Asian Games Incheon 2014," kata Yoppy di Cipayung, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015.

    Ia menjelaskan dari proses lelang yang melibatkan enam sponsor, sebanyak 37 atlet sudah meneken kontrak dengan enam sponsor terhitung 2015 hingga 2017. Selain itu, 18 atlet lainnya memilih memperpanjang kontrak dengan sponsor lama dan empat atlet lainnya belum mendapatkan sponsor atau masih dalam proses negosiasi.

    "Yonex yang paling banyak melakukan penandatanganan kontrak," kata Yoppy. Enam sponsor yang terlibat dalam lelang tahun ini adalah Yonex (22 atlet), Victor (17 atlet), Li Ning (8 atlet), Flypower (1 atlet), Astec (5 atlet), dan Dunlop (2 atlet). Menurut Yoppy, proses penentuan sponsor ini tergantung kepada prestasi atlet. "Jadi kalau prestasinya stagnan ya apresiasinya tidak ada," ujarnya.

    Lebih lanjut, selama dua tahun terikat kontrak dengan sponsor, para atlet akan mendapatkan kesempatan mengikuti turnamen di luar negeri. Pada tahun pertama pemain hanya diberikan sekali bermain dan di tahun kedua akan mendapatkan dua kali kesempatan. "Mereka dibantu dalam hal tiket dan akomodasi," ucap Yoppy.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.