Tunggal Putra Tak Jadi Andalan di Turnamen All England  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pebulutangkis Indonesia juara Ganda Putra All England 2014, Mohammad Ahsan (kedua kiri) dan Hendra Setiawan (kanan) bersama dua pebulutangkis Indonesia juara Ganda Campuran All England 2014, Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir berfoto bersama usai menerima bonus Juara All England 2014 di Jakarta, (18/3). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    Dua pebulutangkis Indonesia juara Ganda Putra All England 2014, Mohammad Ahsan (kedua kiri) dan Hendra Setiawan (kanan) bersama dua pebulutangkis Indonesia juara Ganda Campuran All England 2014, Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir berfoto bersama usai menerima bonus Juara All England 2014 di Jakarta, (18/3). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia hanya akan bertumpu pada ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk menyabet gelar juara di turnamen Yonex All England 2015. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia PBSI) Rexy Mainaky mengatakan target menang di tiga nomor itu paling realistis di turnamen prestisius tersebut.

    “Untuk tunggal putra, kami hanya mengandalkan Simon. Sedangkan putri kami hanya menargetkan masuk 8 besar,” kata Rexy seusai diskusi tentang kebangkitan bulu tangkis Indonesia di gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2015.

    Menurut Rexy, peluang tunggal putra tipis lantaran pada turnamen Jerman Terbuka 2015 Simon sudah keok di babak pertama. Jika pada pertandingan kualifikasi All England Simon lolos, dia akan langsung bertemu dengan Dionysius Hayom Rumbaka. “Dan yang menang dari sana akan bertemu dengan Tommy Sugiarto,” katanya.

    Pertandingan babak kualifikasi Yonex All England Open 2015 dimulai pada hari ini, 3 Maret 2015. Babak ini akan dimulai pada pukul 12.00 waktu setempat. Beberapa nama, seperti Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, Bellaetrix Manuputty, pasangan Kevin Sanjaya/Greysia Polii, Gideon Marcus Fernaldi/Nitya Krishinda Maheswari sudah harus siap bertanding.

    Rexy mengatakan persiapan menghadapi kejuaran All England sudah dilakukan sejak awal 2015. Menurut dia, PBSI sudah menyiapkan asupan nutrisi dan melatih fisik para pemain dengan maksimal untuk menghadapi turnamen ini. “Persiapan yang dilakukan sudah sangat maksimal. Tapi memang tiga nomor itu yang kami pikir punya peluang,” ujarnya.

    Juara delapan kali All England, Rudy Hartono, juga berpendapat jika nomor tunggal putra dan tunggal putri akan sangat sulit meraih juara di All England. Menurut dia, turnamen All England sekarang akan sangat ketat karena para pemain akan berebut meraih poin untuk bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

    “Saya lihat ganda putra dan ganda campuran yang bisa. Untuk ganda putri tidak akan mudah, apalagi tunggal putra dan putri. Mereka masuk semifinal saja sudah bagus,” ujar dia.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.