Hayom Kalah, Tunggal Putra tanpa Wakil di All England  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka terjatuh saat berusaha mengembalikan pukulan dari Lee Chong Wei (Malaysia) dalam Semi final Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan Jakarta (15/06). Langkah Hayom terhenti di semifinal.  Tempo/Amston Probel

    Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia, Dionysius Hayom Rumbaka terjatuh saat berusaha mengembalikan pukulan dari Lee Chong Wei (Malaysia) dalam Semi final Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan Jakarta (15/06). Langkah Hayom terhenti di semifinal. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.COJakarta - Indonesia tanpa wakil pada tunggal putra turnamen All England 2015. Dionysius Hayom Rumbaka kalah dari Sho Sasaki, asal Jepang, pada babak dua, Kamis waktu setempat, 5 Maret 2015.

    Hayom kalah rubber game, 21-18, 14-21 dan 18-21, dalam waktu 66 menit. “Hari ini saya main sudah semaksimal yang saya bisa. Kami di lapangan sama-sama ngadu. Tapi mungkin lawan lebih kuat,” kata Hayom seusai bertanding, seperti dikutip dari laman Badminton Indonesia.org.

    Pada game pertama, Hayom sempat tertinggal 6-11 dari pemain Jepang tersebut. Namun, tak tinggal diam, Hayom terus mengejar ketertinggalannya. Menyentuh angka 18 sama, Hayom berbalik mengunci langkah Sho dan akhirnya menang 21-18.

    Hayom kembali harus tertinggal pada game kedua. Sayang, kali ini Hayom tak berhasil mengejar angka untuk menggenapkan kemenangannya. Hayom kalah 14-21.

    Game pamungkas dimainkan. Hayom rupanya belum mampu keluar dari tekanan lawan. Beberapa kali mengadu bola di depan net, keunggulan justru berpihak pada lawannya.

    “Poin kami sebenarnya mepet terus. Tapi hari ini dia main lebih baik dari saya. Sho penguasaan depannya bagus. Kalau saya adu bola-bola depan, dia masih lebih unggul. Saya banyak buang poin di sana,” kata Hayom lagi.

    Meski tak puas dengan hasil hari ini, Hayom mengaku ada banyak peningkatan pada permainannya di lapangan. “Kalau dibilang puas, sih, belum, ya, tapi saya merasa ada peningkatan dalam permainan. Ini adalah hasil latihan saya selama ini. Ke depannya berarti saya harus menambah poin-poin yang kurang,” ujar Hayom.

    Hasil ini menambah keunggulan Sho atas Hayom dalam rekor pertemuan keduanya. Sebelumnya, Sho dan Hayom sama kuat dengan masing-masing dua kali menang dari empat pertemuan. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Djarum Indonesia Open 2012. Saat itu Hayom menang 11-21, 21-17, dan 24-22.

    Indonesia sebelumnya mengirimkan tiga wakil pada turnamen ini. Namun ketiga pemain tersebut justru harus saling berhadapan lebih awal. Simon Santoso tersingkir dari babak final kualifikasi setelah kalah dari Hayom. Sedangkan Tommy Sugiarto kalah pada babak pertama, juga dari Hayom.

    BADMINTON INDONESIA | MARTHA WARTA S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.