Di Sela Persiapan Lawan Pacquiao, Mayweather Asyik Judi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Floyd Mayweather bermain judi di Las Vegas. (dailymail)

    Floyd Mayweather bermain judi di Las Vegas. (dailymail)

    TEMPO.CO, Las Vegas - Di sela-sela persiapannya berlatih mempersiapkan diri menghadapi petinju asal Filipina, Manny Pacquiao, 2 Mei mendatang, Floyd Mayweather masih menyempatkan diri bermain judi di kasiono di Las Vegas.

    Petinju yang dijuluki The Money itu mengunggah fotonya saat asyik bermain judi di jejaring sosial Shots.com. Seperti yang di lansir Daily Mail, Senin, 9 Maret 2015, dalam foto itu tampak Mayweather sedang asyik menikmati permainan judi di meja kasino. Di sebelahnya, tampak seorang seorang wanita. Dan, beberapa laki-laki berbadan tegap di belakang Mayweather.

    Meskipun tampak menikmati judi, Mayweather mengatakan dirinya tetap fokus pada persiapan menghadapi Pacquiao. "Kamp perlatihan sudah berjalan baik sejauh ini, yang bisa saya lakukan hanyalah menunggu," ujar dia kepada Fighthype.

    "Ini bukan pertarungan besar, tapi ini pertarungan terbesar dalam sejarah tinju. Itu selalu menjadi yang terbaik bagi Anda, mendorong diri Anda sampai batas kemampuan, jadi berbahaya serta cerdas," imbuh petinju yang kini berusia 38 tahun.

    Pertarungan Mayweather melawan Pacquiao ditarksir bernilai 160 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,1 triliun. Dari pertarungan itu, petinju Amerika Serikat yang memiliki rekor tak terkalahkan dalam 47 pertarungan itu akan mendapat bayaran minimal 96 juta pound sterling (Rp 1,9 triliun). Sementara, Pacquaio akan mendapat 6,4 juta pound sterling atau Rp 1,2 triliun.

    Pertarungan kedua petinju papan atas itu akan digelar di MGM Grand, Las Vegas. Arena tinju itu akan menampung 16.800 kursi penonton.

    DAILY MAIL | USA TODAY | RINA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.