Hari Ini, Tim Panahan SEA Games Uji Coba ke Bangkok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Atlet Panahan. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi Atlet Panahan. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 15 pemanah nasional berangkat ke Bangkok, Thailand, Senin ini, 16 Maret 2015, untuk mengikuti Piala Asia Panahan Seri II yang akan berlangsung hingga 22 Maret. Ini merupakan salah satu ajang uji coba menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Juni mendatang.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Alman Hudri mengatakan tim compound putra diharapkan membuktikan diri melalui pencapaian yang maksimal di Bangkok. 

    "Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) sendiri yang meminta. Sebab, kalau tidak berprestasi, ada kemungkinan mereka akan dicoret dari tim SEA Games," kata Alman saat ditemui Tempo di kantor PP Perpani di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 16 Maret 2015.

    Bagaimanapun, ancaman dicoret dari tim SEA Games ini, kata Alman, justru bagus karena bisa memberi tantangan kepada tim compound putra, yang terdiri atas Kuswantoro, Yoke Rizaldi Akbar, Saprianto, dan Prima Wisnu Wardana. Alman menambahkan, seharusnya ada 16 atlet yang berangkat ke Bangkok. Namun seorang atlet, yaitu Sri Ranti, tidak bisa ikut lantaran namanya belum masuk dalam surat keputusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengenai daftar atlet SEA Games.

    "Dia memang baru masuk tim untuk menggantikan Tiara Sakti Ramadhani yang mengundurkan diri karena ingin berfokus pada ujian nasional," kata Alman.

    Selain ke Bangkok, tim panahan juga akan menjalani uji coba pada Piala Dunia Panahan Seri I di Shanghai, Cina, 5-10 Mei 2015.

    Tim panahan memiliki target mendapatkan tiga medali emas dalam SEA Games Singapura nanti. Menurut Alman, untuk mendapatkan tiga medali emas ini, pihaknya akan mengandalkan nomor recurve perorangan putri, recurve beregu putri, dan compound beregu putri. "Kami juga berharap nomor beregu campuran bisa menyumbangkan medali," ujarnya.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.