Piala Sudirman, Indonesia Harus Waspadai Denmark  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Piala Sudirman. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Piala Sudirman. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Indonesia berada satu grup dengan Denmark dan Inggris dalam babak awal Piala Sudirman 2015, yang akan digelar di Dongguan, Cina, pada 10-17 Mei mendatang. Pemenang medali emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992, Susi Susanti, mengatakan tim Tanah Air harus mewaspadai Denmark karena akan menjadi salah satu pengganjal untuk menjadi juara grup.

    “Dengan Denmark, kita sedikit di bawah mereka. Jadi saya kira harus bermain maksimal agar bisa lolos jadi juara grup,” kata Susi saat dihubungi Tempo, Senin, 17 Maret 2015.

    Menurut Susi, Indonesia memang akan cukup kewalahan dalam menghadapi pertandingan Piala Sudirman. Menurut dia, hingga saat ini belum ada pemain-pemain yang bisa menembus nomor satu dunia. “Bahkan kemarin di All England nomor ganda putra dan ganda campuran yang diharapkan pun tak bisa,” katanya.

    Denmark memang menjadi negara cukup berat yang harus dihadapi Indonesia. Menurut Susi, di beberapa nomor, seperti tunggal putra dan ganda putra, Denmark cukup unggul. “Meskipun peluang untuk menang masih besar, Indonesia harus tetap berjuang keras,” katanya. Dia mengatakan Indonesia harus menjadi juara grup agar bisa lolos dari hadangan Cina di babak berikutnya. “Bukan menghindar, harus diakui Cina unggul sekarang.”

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Rexy Mainaky, mengatakan peluang menembus final kejuaraan dunia beregu campuran ini masih cukup besar dan tim sudah bersiap secara maksimal. Pada 2013, Indonesia harus kandas di perempat final.

    “Masih punya peluang mencuri di ganda putra, ganda putri, tunggal putri, dan ganda campuran. Kami tetap target final,” kata Rexy.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.