Tak Ada Ampun, 7 Klub ISL Terancam Dicoret BOPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewabroto (tengah) didampingi Sekjen PSSI Joko Driyono (kedua kiri) dan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman (kanan) dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, 23 Februari 2015. ANTARA FOTO

    Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewabroto (tengah) didampingi Sekjen PSSI Joko Driyono (kedua kiri) dan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman (kanan) dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, 23 Februari 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan bagi klub peserta Liga Super Indonesia (ISL) 2015 yang belum melengkapi persyaratan, diberikan tenggat waktu terakhir sampai Selasa, 31 Maret 2015. Apabila sampai batas akhir tidak mampu melengkapinya, BOPI tidak akan memberikan rekomendasi untuk klub tersebut.

    Ketua BOPI Noor Aman menjelaskan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan kepada klub-klub dan PT Liga Indonesia melalui pesan elektronik maupun pesan singkat pada Senin, 30 Maret 2015. Ia mengatakan BOPI memberikan kelonggaran soal pajak. Mereka tidak dituntut membuat laporan pajak lengkap, tetapi bisa menyerahkan bukti konsultasi ke pajak.

    "Kalian lakukan konsultasi pajak. Dengan adanya konsultasi pajak, sudah menjadi pertimbangan kami bahwa Anda sudah melampirkan bukti pajak," ujar Noor Aman, saat ditemui di kantornya, di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Senin sore, 30 Maret 2015.

    Noor Aman menyebut masih ada enam klub yang belum beres soal pajak, seperti Arema Cronus, Persela Lamongan, Mitra Kukar, Gresik United, Pelita Bandung Raya, dan Perseru Serui. Sedangkan bagi Persebaya Surabaya, persoalan yang masih harus dibereskan adalah legalitas klub, sebab mereka belum memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). "Yang belum beres SIUP, silakan menyelesaikanya. Kami masih menunggu," ujarnya.

    Sebelumnya, PT Liga bersama lima klub yang belum memenuhi persyaratan BOPI dan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) melakukan rapat dengar pendapat umum dengan DPR, Kamis, 26 Maret 2015. Mereka membuat pakta kesepakatan memenuhi peryaratan BOPI, tapi batas waktunya diperpanjang sampai akhir putaran pertama ISL 2015. Pada saat itu, Ketua BOPI hadir dan menandatangani pakta tersebut sebagai saksi.

    "Keputusan kami tidak terpengaruh dengan pertemuan dengan DPR. Buat kami, saya tanda tangan itu sebagai saksi saja bukan harus mengikutinya," Noor menjelaskan.

    BOPI, kata Noor Aman, tidak akan memberi ampun pada klub yang tidak bisa memenuhi persyaratan untuk berlaga pada ISL yang akan bergulir mulai 4 April 2015. Rencananya, pengumuman terkait rekomendasi izin dari BOPI akan disampaikan Menpora Imam Nahrawi, Rabu, 1 April 2015.

    RINA WIDIASTUTI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.