Jalan Terjal Tunggal Putri di Malaysia Open 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tunggal Putri Bulutangkis Indonesia, Lindaweni Fanetri. Tempo/Amston Probel

    Pemain Tunggal Putri Bulutangkis Indonesia, Lindaweni Fanetri. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Linda Wenifanetri, Bellaetrix Manuputty, dan Maria Febe Kusumastuti harus berjuang keras untuk bisa bertahan di turnamen Maybank Malaysia Open 2015. Mereka akan langsung berhadapan dengan para pemain unggulan pada babak utama turnamen yang digelar sejak 31 Maret hingga 5 April 2015 di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia.

    Pada pertandingan hari ini, Linda akan bertemu dengan pemain Spanyol, Carolina Marin. Keduanya pernah bertemu pada Wilson Swiss Open Grand Prix Gold 2011 dan Yonex German Open GPG 2012. Dua pertandingan itu dimenangkan oleh Linda.

    Namun, karier Marin sekarang semakin melesat. Dia berhasil menjadi juara All England 2015 mengalahkan Saina Nehwal dari India. Sekarang pemain berusia 22 tahun itu menempati posisi nomor empat dunia, sedangkan Linda harus bertengger di peringkat 50.

    Linda mengakui tak akan mudah untuk bisa mengalahkan Marin. Apalagi selain menjadi juara All England, pemain dengan tinggi badan 172 sentimer itu juga berhasil menyabet juara dunia. “Berhadapan dengan Marin saat ini tentu berbeda. Dia pemain bagus. Saya akan lebih banyak sharing dengan pelatih harus bermain seperti apa,” kata Linda, seperti dilansir situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Rabu, 1 April 2015.

    Lawan berat juga akan dihadapi Bellaetrix. Pemain yang sekarang menempati peringkat 68 dunia itu akan bertemu dengan pemain nomor tujuh dunia asal Cina, Wang Yihan. Bella sebelumnya kalah dalam turnamen Yonex German Open 2013 dan BWF World Championship 2013.

    Sedangkan Maria Febe akan bertemu dengan Saina Nehwal yang sekarang menempati nomor dua dunia. Keduanya pernah bertemu satu kali dalam turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2007. Dalam pertandingan itu, Maria yang sekarang di peringkat 47 dunia kalah dalam duel dua set langsung dengan skor 21-11, 21-11.

    Melihat hasil drawing yang tak menguntungkan bagi para pemain Indonesia, pelatih tunggal putri Pemusatan Latihan Nasional Cipayung, Bambang Supariyanto, mengatakan tak akan memberikan target khusus bagi anak asuhnya, terutama Linda dan Bella yang merupakan atlet pelatnas. Sedangkan Maria saat ini berlatih di klub Djarum Kudus.

    “Untuk Linda dan Bella, mereka saya targetkan untuk bisa bermain seperti mereka latihan. Jadi apa yang mereka lakukan saat latihan itu bisa keluar dengan maksimal,” kata Bambang.

    ANGGA SUKMAWIJAYA | BADMINTON INDONESIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.