Sosok Unik Saina Nehwal, Pebulu Tangkis Nomor Satu Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saina Nehwal. AP Photo/Tatan Syuflana

    Saina Nehwal. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - “Kamu sudah makan?” Saina Nehwal sudah menduga ayahnya hanya bereaksi datar, sekadar memberi pertanyaan “biasa-biasa saja” dari ujung telepon sana. Padahal, Saina baru saja mengabarkan sukses dirinya pada final tunggal putri India Terbuka, Ahad lalu. Karena pekerjaan di Hyderabad, sang ayah tak datang ke New Delhi, tempat laga digelar.

    “Ayah memang jarang mengungkapkan kegembiraannya dengan meluap-luap,” kata perempuan berusia 25 tahun itu. “Tapi saya tahu, dia dan ibu pasti sangat bangga akan prestasi saya.”

    Seluruh India juga membanggakannya. Ucapan selamat bertebaran di media sosial, dari Presiden Pranab Mukherjee, Perdana Menteri Narendra Modi, atlet tenis dunia Leander Paes, sampai aktor Shah Rukh Khan. Mereka memuji fenomena baru bulu tangkis dunia yang lahir dari India.

    Setelah menundukkan juara dunia 2013 asal Thailand, Ratchanok Intanon, hari itu, Saina menjadi pemain bulu tangkis India pertama yang memenangi India Terbuka. Yang lebih fenomenal, dia pun berhak atas peringkat pertama tunggal putri Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

    Saina menjadi orang India pertama setelah Prakash Padukone (tunggal putra) yang menempati ranking puncak itu pada 1980-an. Atlet bertinggi badan 165 sentimeter ini meruntuhkan dominasi pemain bulu tangkis Cina dalam lima-empat tahun terakhir. Pebulu tangkis non-Cina terakhir yang memuncakinya adalah Tine Baun (Denmark) pada Desember 2010.

    Orang yang memiliki peran terbesar atas sukses itu adalah Harvir Singh dan Usha Rani, ayah dan ibu Saina. Saat muda, keduanya pernah menjadi jagoan olahraga tepok bulu di Provinsi Haryana, tempat lahir Saina. Tak mengherankan bila kedua anak gadis mereka, Chandranshu dan Saina, lantas menyukai badminton sejak kecil.

    “Tapi saya sempat menekuni karate saat kecil, sampai sabuk cokelat,” kata Saina. Harvir Singh menyuruhnya keluar dari karate karena tahu Saina bakal dilindas sepeda motor di perutnya untuk ujian kenaikan tingkat.

    Singh merupakan seorang profesor pertanian yang bekerja sebagai peneliti di pusat agrokultur India. Gajinya tak besar. Uangnya lebih mepet lagi karena berfokus membesarkan bakat bulu tangkis putri bungsunya. “Saya bahkan sempat menolak promosi jabatan karena tak ingin waktu saya untuk Saina berkurang.”

    Usha membangunkan Saina setiap pukul 04.30 dinihari. Harvir Singh mengantarnya ke tempat latihan dua jam kemudian dan membawanya pulang pada pukul 08.30. Jarak rumah ke stadion mencapai 25 kilometer. Tak jarang Saina tertidur di jok belakang skuter ayahnya. Itu rutinitas mereka setiap hari.

    Dilatih oleh Nani Prasad mulai usia delapan tahun, tiga tahun kemudian prestasinya mulai tampak di tingkat nasional. Usia 13 tahun, Saina sudah mewakili India pada berbagai kejuaraan internasional kelompok umur. Puncaknya adalah menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2008 di India.

    Disegani di junior, namanya benar-benar diperhitungkan setelah menjuarai Indonesia Terbuka 2009 dengan mengalahkan Wang Lin dari Cina. Ini kejuaraan Super Series pertama yang dia menangi.

    Keluarga Ravir Singh pemeluk Hindu taat. Saina terbiasa berlatih yoga setiap hari dan berpola makan vegetarian. “Itu membantu saya untuk fokus dan optimistis saat bertanding.” Saina dikenal dengan gaya bermainnya yang menyerang. Lenguhan, kadang teriakan, mengiringi setiap smesnya.

    Tapi Saina sekarang tak menjalankan pola makan vegetarian sepenuhnya. “Kadang dia makan daging ayam, tapi tetap tak menyentuh lauk ikan,” kata Vimal Kumar, pelatih yang mulai mendampinginya sejak November tahun lalu. Gara-garanya, saat bertanding di Cina, Saina kesulitan mencari restoran yang menyediakan makanan vegetarian.

    Tahun 2014 menjadi masa-masa sulit. Hampir sepanjang tahun dia didera cedera ankle. Toh, gelar Australia Terbuka masih berhasil dia genggam. Meski begitu, peringkatnya sempat merosot ke posisi kesembilan.

    “Tujuh bulan lalu saya berada di peringkat kesembilan dan selalu menahan sakit di kaki,” katanya. “Saya sempat berpikir untuk pensiun dini. Tapi sekarang saya mendapati hari-hari indah.”

    Data diri Saina Nehwal:
    Kelahiran: Hisar, Haryana, India, 17 Maret 1990
    Tinggi badan: 165 sentimeter
    Gelar juara: 16 kali Super Series

    BERBAGAI SUMBER | ANDY MARHAENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.