Pemain Keturunan India Torehkan Sejarah di Kompetisi NBA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sacramento Kings, Sim Bhullar (kiri) saat melawan Utah Jazz di Salt Lake City, 8 April 2015. AP/Rick Bowmer

    Pemain Sacramento Kings, Sim Bhullar (kiri) saat melawan Utah Jazz di Salt Lake City, 8 April 2015. AP/Rick Bowmer

    TEMPO.CO, Jakarta - Sim Bhullar, pemain keturunan India, menorehkan sejarah bersama klub liga basket Amerika Serikat (NBA), Sacramento Kings. Saat menjalani kontraknya, yang berdurasi sepuluh hari, sudah dua rekor ia pecahkan.

    Pada 7 April lalu ia diturunkan selama 16,1 detik saat timnya mengalahkan Minnesota Timberwolves 116-111. Ia menjadi pemain keturunan India pertama yang tampil di NBA. 

    Pada Rabu, 8 April waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia Barat, ia kembali diturunkan saat timnya dikalahkan Utah Jazz 103-91. Ia hanya tampil selama satu menit 22 detik, tapi mampu menyumbang poin. 

    Tentu saja hal itu membuat ia menjadi pemain keturunan India pertama yang berhasil menorehkan poin di kompetisi bola basket Amerika itu. Dalam laga melawan Utah itu, pemain berusia 22 tahun itu menciptakan satu rebound.  

    Bhullar, yang bertinggi badan 2,27 meter, lahir di Toronto, Kanada, dari orang tua yang merupakan imigran asal India. Ayahnya, Avtar, memiliki tinggi badan 196 sentimeter. Sedangkan ibunya, Varinder, bertinggi badan 178 sentimeter. Adik Bhullar, Tanveer, memiliki tinggi badan 221 sentimeter dan kini bermain basket di universitas.

    Kemampuan basket Bhullar terasah bersama tim basket New Mexico State University. Dalam kompetisi basket antara-universitas, ia sempat dua kali menjadi pemain terbaik (MVP). 

    Ia bergabung dengan Sacremento tahun lalu, tapi baru pada 2 April lalu dikontrak tim utama. Yang unik, kontraknya bersama klub yang dimiliki pengusaha asal India itu hanya berdurasi 10 hari.

    NBA | WIKIPEDIA | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.