Singapura Terbuka: Angga/Ricky Bungkam Unggulan Pertama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bulu tangkis. DIYtrade.com

    Ilustrasi bulu tangkis. DIYtrade.com

    TEMPO.CO, Singapura – Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi membukukan prestasi besar menaklukkan pasangan Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Super Series Singapore Open 2015. Ganda masa depan Indonesia tersebut menyisihkan Yog-dae/Yeon-seong, yang berstatus unggulan pertama dalam turnamen ini, dalam dua game, 21-19, 21-18.

    Dengan kemenangan itu, di babak semifinal Angga/Ricky, yang menempati urutan ke-41 dunia, akan bertemu dengan pemenang pertandingan perempat final lain yang mempertemukan unggulan ketiga dari Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, dengan unggulan ketujuh dari Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.

    Dengan keberhasilan Angga dan Ricky, ada dua wakil Indonesia di semifinal ganda putra, setelah sebelumnya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lebih dulu memastikan langkah ke semifinal. Ahsan/Henda mengalahkan juniornya, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, 21-12, 21-16.

    Sayangnya, kesuksesan pasangan ganda putra menapak ke babak semifinal itu gagal diikuti pasangan ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta. Satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kategori putri yang tersisa itu dihentikan oleh pasangan Cina unggulan keenam, Ou Dongni/Xiaohan Yu 21-10, 21-15. Dengan demikian, tidak ada lagi wakil Indonesia di babak semifinal ganda putri.

    Super Series merupakan turnamen dengan level tertinggi kedua di dunia, di bawah Super Series Premier. Turnamen Singapura Terbuka ini menyediakan hadiah uang total US$ 300 ribu atau sekitar Rp 3,8 miliar.

    BWF.COM | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?