Menpora Suriname Belajar Pembinaan Bulu Tangkis di Cipayung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname, Bambang Ismanto Adna ke Pelatnas Cipayung, Jakarta, !5 April 2015. Humas PBSI

    Kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname, Bambang Ismanto Adna ke Pelatnas Cipayung, Jakarta, !5 April 2015. Humas PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname, Bambang Ismanto Adna, berkunjung ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), di Cipayung, Jakarta, Rabu, 15 April 2015. Menteri Ismanto ingin belajar bagaimana Indonesia membina atlet-atlet bulu tangkisnya.

    Didampingi Kepala Bidang Kemitraan Luar Negeri Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Mirhan Tabrani, Ismanto datang sekitar pukul 10.00. Kemudian, dia berkeliling meninjau fasilitas yang ada di Cipayung sambil berdiskusi dengan Kepala Sub Bidang Humas dan Social Media PP PBSI, Yuni Kartika, serta Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiarto.

    “Ini adalah konsep yang bagus,” kata Ismanto dalam bahasa Inggris kepada wartawan usai kunjungan itu. “Kami akan mencoba melakukannya di Suriname.”

    Ismanto menjelaskan, bulu tangkis merupakan salah satu olahraga yang berkembang dengan cepat di kalangan remaja Suriname. Di ibu kota mereka, Paramaribo, ada delapan klub bulu tangkis. Namun, kata Ismanto, mereka belum memiliki pelatihan secara terpusat.

    “Mereka tidak memiliki rencana profesional seperti di sini,” kata Ismanto. “Mereka yang akan berpartisipasi di turnamen-turnamen besar, berlatih dengan pelatih pribadi mereka.”

    Suriname memang bukan negara yang dominan di bulu tangkis tingkat dunia. Namun, mereka memiliki pemain yang pernah mendapatkan medali di turnamen tingkat regional semacam Central American and Caribbean Games dan South American Games. Pemain-pemain itu misalnya Virgil Soeroredjo dan Mitchel Wongsodikromo. Virgil, kini 30 tahun, juga tercatat berpartisipasi di Olimpiade London 2012.

    “Sekarang, ada atlet kami yang sedang mempersiapkan diri di Belanda,” kata Ismanto. “Tapi cara ini membutuhkan biaya banyak. Jadi kami akan mencoba melatih mereka di negara kami sendiri. Dengan begitu, kami juga bisa membimbing banyak pemain.”

    Sedangkan Kepala Sub Bidang Humas PP PBSI, Yuni Kartika, menyatakan pihaknya siap membantu jika dibutuhkan. “Kami memiliki adoption program,” kata Yuni. “Contohnya Carolina Marin (pemain tunggal putri Spanyol). Dia, kan, pernah berlatih di sini. Pada dasarnya kami terbuka.”

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.