Piala Presiden Dibuka, Menpora: Indonesia Rindu Ellyas Pical  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet tinju Indonesia Ester Kalayuks (kiri) melepaskan pukulan ke arah lawannya, atlet tinju Thailand Peamwilai Laopeam pada pertandingan final nomor women's Batam (51-54 Kg) SEA games ke-27 di wunna Theikdi, Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu (14/12). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Atlet tinju Indonesia Ester Kalayuks (kiri) melepaskan pukulan ke arah lawannya, atlet tinju Thailand Peamwilai Laopeam pada pertandingan final nomor women's Batam (51-54 Kg) SEA games ke-27 di wunna Theikdi, Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu (14/12). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Iman Nahrawi membuka Kejuaraan Internasional Tinju Amatir Piala Presiden XXII di Palembang Sport Convention Center, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin malam.

    Acara pembukaan itu berlangsung meriah dengan diisi penampilan memukau penyanyi solo jebolan grup band Dewa 19, Ari Lasso, dan seni tari khas Sumsel.

    Menpora dalam sambutannya mengatakan bahwa kesediaan Palembang menjadi penyelenggara dengan tidak segan-segan mengeluarkan dana APBD patut diapresiasi. Di tengah minimnya alokasi dana bidang olahraga, Provinsi Sumatera Selatan muncul membantu Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memajukan olahraga tinju dengan bersedia menggantikan Makassar sebagai tuan rumah.

    Piala Presiden yang ke-22 akhirnya dapat terlaksana kembali setelah sempat vakum sejak 2011 akibat beragam persoalan.

    "Palembang menjadi daerah yang menandai munculnya kembali petinju andal di Indonesia. Seperti diketahui, banyak petinju hebat Indonesia yang lahir dari Piala Presiden, seperti Ellyas Pical dan Samsul Anwar. Saya yakin jika diselenggarakan secara rutin, masa kejayaan itu akan kembali lagi," kata dia.

    Menpora mengatakan bahwa pemerintah berencana menggelar Piala Presiden ini secara rutin, minimal dua tahun sekali untuk membina atlet tinju amatir yang jumlahnya sudah mencapai tiga ribu orang.

    "Indonesia rindu penerus Ellyas Pical. Semoga dari ajang ini bakal lahir Ellyas Pical junior," ujar Imam.

    Usai memberikan sambutan, Imam yang mengenakan jaket hitam kemudian membuka secara resmi Piala Presiden dengan menekan tombol sirine di atas ring tinju.

    Seusai acara pembukaan, dia mengatakan bahwa Piala Presiden ini tidak hanya bermanfaat untuk membangkitkan prestasi tinju amatir di Tanah Air, tetapi juga bermanfaat bagi Sumatera Selatan yang akan menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018.

    Meski belum ditetapkan pembagian cabang olahraga antara Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Imam mengharapkan Sumsel siap jika dipilih sebagai penyelenggara cabang olahraga tinju pada AG mendatang.

    "Untuk cabang olahraga belum diputuskan, akan dilakukan peninjauan lagi secara lebih cermat. Pada dasarnya, akan dipilih daerah yang paling layak untuk menyelenggarakan," kata dia.

    Sementara itu, sebanyak 182 atlet dari 24 negara ambil bagian dalam Piala Presiden, di antaranya Australia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Mesir, Butan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Filipina, Qatar, Singapura, Suriah, Cina Taipei, Thailand, Kamboja, India, Hong Kong, Sri Langka, Mauritius, Rusia, dan Myanmar.

    Kejuaraan berhadiah total Rp 39 juta bagi juara umum dan Rp 13 juta bagi petinju terbaik baik putra maupun putri. Kejuaraan mempertandingkan 12 kelas yang terdiri atas lima kelas putri dan tujuh kelas putra.

    Kejuaraan ini berlangsung sejak 20 hingga 25 April 2015 di Palembang Sport Convention Center.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.