Kejuaraan Asia, Ahsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana ke Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Badminton Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. badmintonindonesia.org

    Ganda putra Badminton Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Wuhan -  Hanya ada dua wakil Indonesia yang tersisa dalam Dong Feng Citroen Badminton Asia Championship 2015. Adalah ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil melaju ke babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2015, di Wuhan, Cina.

    Ahsan/Hendra akan bertemu dengan ganda putra Cina, Cai Yun/Lu Kai. Berdasarkan statistik pertemuan, pasangan yang menjadi andalan Indonesia ini masih unggul 2-0 dari pasangan Cina tersebut.

    Namun, Hendra tak mau sesumbar bisa memenangkan tiket ke final dengan mudah. Dia mengaku akan tetap waspada terhadap lawannya itu. “Mereka mainnya juga habis-habisan di lapangan. Yang pasti jangan mau kalah. Kami akan fokus satu-satu dulu,” kata Hendra seperti dikutip situs Persatuan Bulu Tngkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jumat, 24 April 2015.

    Dalam babak perempat final kemarin, Ahsan/Hendra berhasil menumbangkan pemain ganda Cina Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Pasangan Ahsan/Hendra yang saat ini menempati posisi tiga dunia ini cukup kesulitan untuk menang. Mereka akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 21-18, 11-21 dan 24-22.

    Sedangkan ganda campuran Tonti/Liliyana, pada pertandingan semifinal nanti juga akan bertemu dengan pasangan Cina, Xu Chen/Ma Jin. Hingga saat ini pasangan Xu/Ma masih mengungguli catatan pertemuan mereka dengan skor 10-7. Terakhir, kedua pasangan ganda campuran itu bertemu di Yonex French Open tahun 2014 lalu. Saat itu Tontowi/Liliyana menang 21-17 dan 21-16.

    Pelatih ganda campuran, Enroe Suryanto, mengatakan dalam pertandingan semifinal hari ini harus disusun strategi untuk memastikan kemenangan bagi Owi/Butet-panggilan Tontowi/Liliyana- agar bisa tembus ke babak final. “”Yang pasti Owi/Butet tidak boleh monoton dan siap dengan setiap perubahan lawan,” kata Enroe Suryanto.

    BADMINTON INDONESIA | ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.