Mayweather Senior Minta Anaknya Gantung Sarung Tinju

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr., memukul samsak saat latihan jelang pertandingan melawan  Manny Pacquiao di Las Vegas, 14 April 2015. Mayweather akan melawan Manny Pacquiao di  tinju kelas welter pada 02 Mei 2015. AP/John Locher

    Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr., memukul samsak saat latihan jelang pertandingan melawan Manny Pacquiao di Las Vegas, 14 April 2015. Mayweather akan melawan Manny Pacquiao di tinju kelas welter pada 02 Mei 2015. AP/John Locher

    TEMPO.COJakarta - Floyd Mayweather Senior meminta anaknya, Floyd Mayweather Junior, untuk pensiun dari dunia tinju setelah bertanding melawan Manny "Pacman" Pacquiao di Las Vegas, Sabtu, 2 Mei 2015.

    Mayweather Sr., yang merupakan ayah sekaligus pelatih Floyd Mayweather Jr., mengatakan anaknya tidak terkalahkan dan akan menghentikan perlawanan Pacman. Mayweather Jr. memegang rekor 47 kali menang, tidak pernah kalah, serta 26 kemenangan diraih dari KO, lapor laman Skysport.

    "Saya berharap Floyd berhenti dari permainan saat yang tepat," ujar Floyd Mayweather Sr. kepada harian Telegraph, Minggu, 26 April 2015.

    "Ini adalah permainan, dan saya tidak berpikir Floyd harus bermain terlalu banyak. Setelah mencapai hasil dan punya uang yang banyak, dia tidak harus bertanding lagi," ucap sang ayah.

    "Saya harap pensiun setelah laga ini. Setiap kali mendapatkan sabuk (piala) itu, apa pun bisa terjadi. Ini terlihat mudah tapi tidak semudah seperti yang terlihat. Dia hanya membuatnya terlihat mudah," tuturnya.

    Mayweather dan Pacman akan bertanding di Las Vegas dalam pertarungan berhadiah senilai 332 juta pounds. Sementara itu, tiket pertandingan seharga mulai 1.500 sampai 7.500 dolar dilaporkan telah habis terjual.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.