Setelah Menangi Kejuaraan Asia, Owi/Butet Target Olimpiade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat menghadapi ganda inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcoc, di final Prancis Terbuka 2014 di Pierre De Coubertin, Paris, Prancis, 26 Oktober 2014. Owi/Butet menang dua set langsung,  21-9, 21-16. Badmintonindonesia.org

    Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat menghadapi ganda inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcoc, di final Prancis Terbuka 2014 di Pierre De Coubertin, Paris, Prancis, 26 Oktober 2014. Owi/Butet menang dua set langsung, 21-9, 21-16. Badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda campuran pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, atau akrab disapa Owi/Butet, membidik gelar Olimpiade 2016 yang akan dilangsungkan di Brasil.

    "Target besar kami Olimpiade 2016. Tapi kami harus melalui sejumlah turnamen menuju olimpiade. Kami ingin tetap fokus dan berharap dapat terus bermain maksimal," kata Owi selepas menjuarai Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2015 di Wuhan, Tiongkok, seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

    Butet mengaku telah fokus untuk mengikuti Olimpiade 2016 sebelum melalui sejumlah turnamen, seperti All England 2015, Malaysia Terbuka 2015, Singapura Terbuka 2015, dan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2015.

    "Beberapa kali kami ditetapkan target, tapi kami justru terbebani. Kami banyak belajar dari pengalaman dan berusaha tampil lebih tenang dan menikmati pertandingan," kata Butet.

    Pasangan Indonesia yang menempati peringkat lima ganda campuran dunia itu menyebut sejumlah pemain asing sebagai lawan terberat dalam pertandingan-pertandingan internasional.

    Lawan-lawan terberat itu antara lain dua pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Ma Jin, serta pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

    "Selain mereka, kekuatan pemain lain lebih merata. Namun kami tidak dapat lengah karena semua pemain lawan harus diwaspadai. Hanya jika berdasarkan peringkat, Tiongkok dan Denmark punya pemain-pemain yang harus lebih diantisipasi," kata Butet.

    Selain membidik olimpiade, Owi/Butet juga akan tergabung dalam tim Indonesia pada turnamen Piala Sudirman 2015 yang akan diselenggarakan 10-17 Mei di Dongguang Tiongkok.

    "Persiapan kami menjelang Piala Sudirman sudah cukup baik. Apalagi pada Kejuaraan Asia 2015 ini kami dapat juara. Mudah-mudahan pada turnamen Piala Sudirman nanti kami dapat lebih percaya diri untuk menyumbang poin bagi Tim Indonesia," kata Owi.

    Sebelumnnya, Owi/Butet berhasil menjuarai Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Championships) 2015 yang diselenggarakan di Wuhan Tiongkok, Minggu.

    Owi/Butet mampu menaklukkan Chun Hei Reginald Lee/Hoi Wah Chau dalam putaran final yang berlangsung selama 37 menit dengan skor 21-16 dan 21-15.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.