Terbukti Doping, Lee Chong Wei Dilarang Bertanding 8 Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei berpose memamerkan medali yang diraihnya usai mengalahkan pemain asal Indonesia, Tommy Sugiarto dan berhasil menjuarai Turnamen Badminton Malaysia Open Badminton Super Series di Kuala Lumpur, Malaysia, (19/1). (AP Photo/Vincent Thian)

    Pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei berpose memamerkan medali yang diraihnya usai mengalahkan pemain asal Indonesia, Tommy Sugiarto dan berhasil menjuarai Turnamen Badminton Malaysia Open Badminton Super Series di Kuala Lumpur, Malaysia, (19/1). (AP Photo/Vincent Thian)

    TEMPO.COPutrajaya - Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin menyatakan vonis untuk Lee Chong Wei, pebulu tangkis papan atas Negeri Jiran yang disangka memakai doping, telah ditetapkan.

    Khairy mengatakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama 8 bulan kepada Lee. Pengumuman itu disampaikan Khairy dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Putrajaya, Malaysia, Senin, 27 April 2015. Wakil Presiden Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) Mohamad Norza Zakaria dan Lee Chong Wei hadir dalam konferensi pers tersebut.

    Tapi, "Panel meyakini bahwa ini bukan kasus doping dengan niat berlaku curang," kata BWF dalam pernyataannya.

    Dengan vonis 8 bulan larangan bertanding, yang dimulai sejak 30 Agustus tahun lalu, hukuman Lee akan berakhir pada 30 April 2015, sehingga atlet yang telah memenangi 55 kejuaraan di seluruh dunia itu masih dapat ambil bagian dalam tiga turnamen utama tahun ini, yakni Piala Sudirman, SEA Games ke-28, dan Kejuaraan Dunia BWF di Jakarta pada Agustus nanti.

    BWF menjatuhkan larangan bertanding karena Lee tidak lolos tes doping saat mengikuti kejuaraan dunia di Kopenhagen, Denmark, pada Agustus 2014. Setelah air seni Lee dalam tes kedua juga dinyatakan positif mengandung obat terlarang dexamethasone, BWF mendengarkan penjelasan Lee, yang didampingi pengacara khusus olah raga asal Inggris, Mike Morgan, pada April lalu di Amsterdam, Belanda.

    Dalam penjelasan tersebut, menurut BWF, Lee mengaku bahan terlarang tersebut mungkin berada di dalam sampel air kencingnya melalui suplemen yang dikonsumsinya. BWF menganggap Lee bersalah karena melanggar Undang-Undang Anti-Doping BWF Tahun 2009.

    Meski begitu, BWF menganggap kesalahan Lee "ringan" karena pemain andalan Malaysia tersebut tidak menyadari suplemen yang dikonsumsinya mengandung bahan dexamethasone.

    Lee menerima vonis ini dengan lega. "Enam bulan penantian ini ibarat dua tahun yang terpaksa saya lalui," kata pebulu tangkis berusia 33 tahun yang sedang menunggu kelahiran anak keduanya tersebut.

    "Setelah vonis ini, saya akan beristirahat dulu selama tiga hari," kata Lee sembari menegaskan keinginan terbesarnya yang belum terpenuhi, yakni meraih medali emas Olimpiade dan menjadi juara dunia.

    MASRUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?