Rita Subowo Cek Langsung Kesiapan Atlet Atletik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Selasa 28 April 2015 meninjau langsung persiapan pelatnas atletik dan squash di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) menjelang SEA Games 2015 di Singapura Juni mendatang. 

    "Kami rutin saja, ini kan menjelang SEA Games, kami juga membawa perwakilan GBK, tim dokter, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), dan juga ada Taufik Hidayat sebagai Ketua Kontingen untuk memperkenalkan dan mengetahui berbagai persoalan yang ada," kata Rita.

    Ia mengatakan persoalan yang dihadapi baik dari atletik maupun squash hampir sama, yaitu kerusakan fasilitas penunjang latihan seperti lapangan.

    "Kalau squash dari peralatan tidak ada masalah, namun tadi saya temukan ada tempat latihan yang temboknya sudah bolong sehingga bola cepat pecah dan larinya juga tidak beraturan," katanya.

    Menurut Rita, KOI sudah memberitahu kepada pihak GBK agar lapangan itu segera memperbaiki karena sangat penting menjelang SEA Games 2015.

    "Mereka (atlet squash) akan berangkat ke Hong Kong selama 20 hari sehingga pada saat itu harus diperbaiki supaya waktu mereka pulang masih tersisa waktu 10 sampai 15 hari untuk latihan persiapan SEA Games," tuturnya. 

    Permasalahan yang sama, kata Rita juga terjadi dalam cabang atletik karena lapangannya sudah keras sehingga berbahaya untuk para atlet yang sedang berlatih.

    "Itu tidak bisa dipakai, untuk ke depannya harus diganti oleh pemerintah lapangannya. Mungkin nanti perbaikan tersebut juga untuk persiapan Asian Games supaya sekali jalan jangan terlalu lama lagi sehingga para atlet juga bisa latihan dan tidak cedera," kata Rita.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.