Jumpa Pers, Mayweather dan Pacquiao Malah Saling Puji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Filipina Manny Pacquiao, melambaikan tangannya pada penggemarnya pada acara penyambutannya di Las Vegas, 28 April 2015. Floyd Mayweather Jr. akan melawan Manny Pacquiao pada 2 Mei mendatang. AP/Chris Carlson

    Petinju asal Filipina Manny Pacquiao, melambaikan tangannya pada penggemarnya pada acara penyambutannya di Las Vegas, 28 April 2015. Floyd Mayweather Jr. akan melawan Manny Pacquiao pada 2 Mei mendatang. AP/Chris Carlson

    TEMPO.CO, Las Vegas - Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao sama-sama tidak berani sesumbar dalam jumpa pers yang digelar di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Rabu malam waktu setempat, 29 April 2015, atau Kamis siang WIB, 30 April 2015. Mayweather, juara dunia tinju kelas welter WBC (Dewan Tinju Dunia) dan WBA (Asosiasi Tinju Dunia) akan menghadapi Pacquiao, juara dunia kelas welter WBO (Organisasi Tinju Dunia) di Las Vegas pada Sabtu malam waktu setempat, 2 Mei 2015, atau Minggu pagi WIB, 3 Mei 2015.

    Dalam konferensi pers menjelang pertarungan biasanya dua kubu petinju terlibat perang urat syaraf untuk menjatuhkan mental lawan. Perang urat syaraf ini juga menjadi promosi agar pertarungan mereka ditonton banyak orang. Namun yang terjadi kali ini adalah Mayweather dan Pacquiao malah saling puji.
       
    "Pertarungan ini sudah menjual. Saya tidak harus mempromosikannya," kata Mayweather, 38 tahun, yang belum terkalahkan (47-0). “Ini bukan pertarungan yang baik melawan yang buruk. Ini antara yang terbaik di satu sisi melawan yang terbaik di sisi lain.”

    Pelatih Pacquiao, Freddie Roach, yang biasanya dalam konferensi pers bersemangat dan cenderung provokatif, kali ini juga kalem. “Floyd, semoga Anda beruntung. Manny, saya juga berharap Anda beruntung, semoga yang terbaik yang menang,” kata Roach di depan ratusan kamera televisi sebelum pelatih berkacamata ini duduk.

    Di lokasi jumpa pers, kedua petinju tampil dengan berpakaian rapi, kontras dengan gaya mereka di ring selama ini. Pacquiao hadir dengan mengenakan celana panjang rapi dan blazer, sementara Mayweather mengenakan setelan Money Team. 

    Pertarungan kedua petinju itu diperkirakan mendatangkan keuntungan triliunan rupiah dan menjadi yang terbesar dalam sejarah tinju dunia. “Ini bukan soal pribadi…. Kami hanya menjalankan pekerjaan kami atas nama kami dalam sejarah tinju,” kata Pacquiao.

    Mayweather difavoritkan memenangi pertarungan ini. “Ini soal dua petarung. Saya yakin akan keterampilan saya dan yakin bakal menang,” ucap Mayweather. “Saya berlatih agar menang, dan saya yakin dia (Pacquiao) juga demikian. Ini pertarungan yang membangkitkan hasrat.”

    Pacquiao, 36 tahun, memiliki rekor bertanding 53 kali menang (38 KO), 3 kali kalah, dan 2 kali beroleh hasil imbang.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.