Pacquiao, dari Jalanan, Sasana Tinju, ke Istana Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju terkenal asal Filipina, Manny Pacquiao, berpose saat pelantikan Wildcard Gym di Paranaque City, Manila, pada 1 Februari 2004. Gerhard Joren/LightRocket via Getty ImagesImages

    Petinju terkenal asal Filipina, Manny Pacquiao, berpose saat pelantikan Wildcard Gym di Paranaque City, Manila, pada 1 Februari 2004. Gerhard Joren/LightRocket via Getty ImagesImages

    TEMPO.COLas Vegas - Pertarungan abad ini. Pertarungan generasi terkini. Itulah label yang disematkan untuk menyebut pertandingan tinju kelas welter antara Floyd Mayweather Jr dan Manny Pacquiao yang akan berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, hari ini waktu setempat atau besok waktu Indonesia, 3 Mei 2015. Kedua petinju tersebut memang dianggap yang terhebat saat ini. Perjalanan karier keduanya sudah merentang panjang.

    Manny Pacquiao. Lelaki 36 tahun ini lahir di daerah miskin di Kibawe, Bukidnon, Filipina. Ia anak keempat dari enam bersaudara. Kemiskinan memaksanya putus sekolah saat SMA. Ia meninggalkan rumah pada usia 14 karena ibunya tak kuat membiayai semua anggota keluarga. Dia pun merantau ke Filipina. Ia hidup di jalanan, kemudian menemukan jalan hidupnya di sasana tinju.

    Belakangan, setelah mampu menghasilkan uang dari bertinju, ia mengambil ujian persamaan SMA. Ia bahkan mendapat gelar sarjana pada bidang manajemen bisnis. Setelah kondang, ia juga menjalani banyak peran: bermain dan melatih basket, menyanyi, bermain film, menjadi senator, pengkhotbah, dan kini disebut-sebut berancang jadi kandidat Presiden Filipina.

    Petinju berjuluk Pac-Man ini memulai karier amatir sejak usia 14. Keikutsertaan pada tim nasional Filipina membuatnya bisa hidup mengandalkan bantuan pemerintah. Rekor karier amatirnya adalah 64 kemenangan dari 64 pertarungan.

    Pac-Man memulai karier profesional pada 1995 saat berusia 16. Ia kemudian mampu mengukuhkan diri sebagai satu-satunya petinju yang mampu meraih gelar juara pada delapan kelas berbeda. Petinju yang pernah dia kalahkan antara lain Ippo Gala asal Indonesia, Marco Antonio Barrera, Shane Mosley, Miguel Cotto, dan Oscar De La Hoya. Tiga petinju pernah mengalahkannya dan juga dia kalahkan, yakni Juan Manuel Márquez, Timothy Bradley, dan Érik Morales.

    Petinju lain yang pernah mengalahkannya adalah Medgoen Singsurat dan Rustico Torrecampo. Ia sejauh ini sudah 64 kali bertanding dengan catatan 57 menang (38 KO), 5 kalah (3 KO), dan 2 seri. Sepanjang kariernya, ia sudah mengumpulkan hadiah senilai US$ 263 juta (3,4 triliun). Pada 2014, Forbes menempatkannya pada urutan kesebelas atlet terkaya dunia dengan kekayaan US$ 41,8 juta (Rp 541 miliar).

    AP | REUTERS | DAILY MAIL | NURDIN SALEH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.