Tour de Banyuwangi Ijen Kantongi Label 'Excellent'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesepeda saling kejar di Etape 4 International Tour De Banyuwangi Ijen saat melintas di jalan Kapten Pierre Tendean, Banyuwangi, 19 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah pesepeda saling kejar di Etape 4 International Tour De Banyuwangi Ijen saat melintas di jalan Kapten Pierre Tendean, Banyuwangi, 19 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Banyuwangi:Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) memberikan label “Sempurna” untuk kejuaran balap sepeda kelas 2.2, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun 2014. Selain ItdBI, predikat tersebut juga diraih oleh Tour de Langkawi, Malasyia.

    Direktur Teknik UCI Asia, Jamaludin Mahmood, mengatakan, tidak sembarang kejuaraan mendapatkan predikat tertinggi tersebut. Sebab jumlah kejuaraan balap sepeda kelas 2.2 di Asia sebanyak 27 even dalam setahun. “Sedangkan di Indonesia, Banyuwangi satu-satunya yang mendapatkan predikat Excellent,” kata Jamaludin dalam konferensi pers, Senin sore, 4 Mei 2015.

    Jamaludin yang juga menjadi Race Director ITdBI mengatakan, label “Excellent” disematkan bagi event yang nilai poinnya lebih dari 90. Penilaiannya meliputi hal-hal teknis. Pertama soal koordinasi antara panitia dengan tim pembalap serta UCI. Kedua, tingkat keamanan sehingga keseluruhan kejuaraan berlangsung lancar. Ketiga, tingkat peliputan media, dan terakhir soal kualitas jalan yang dilalui pembalap.

    Pemerintah Banyuwangi akan kembali menghelat ITdBI pada 6-9 Mei 2015. Ini adalah event tahun keempat, setelah ITdBI digelar pertama kali pada 2012. Kejuaraan tersebut akan diikuti 20 tim dari 25 negara.

    Beberapa negara yang akan ikut ambil bagian antara lain Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Iran, Spanyol, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, China, Italia, Uzbekistan, dan Indonesia.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, ITdBI 2015 menempuh empat etape sepanjang 555 kilometer. Etape pertama ditempuh mulai Lapangan Glenmore-Taman Blambangan sejauh 169,4 km. Etape kedua, pembalap menempuh jarak 147,7 km mulai Lapangan Maron-Taman Blambangan.

    Sebagai puncak pada etape ketiga, pembalap akan menempuh rute neraka mulai Kecamatan Muncar – Paltuding, Gunung Ijen. Disebut etape neraka, karena pembalap harus menanjak dengan ketinggian 2.799 mdpl dengan kemiringan 45 derajat.

    Terakhir, pada etape keempat, pembalap kembali menempuh jalur datar sejauh 114,4 km mulai Kecamatan Wongsorejo – Taman Blambangan.

    Menurut Azwar Anas, pihaknya bertekad akan tetap mempertahankan label “Excellent” dari UCI. “Seluruh persiapan dan perbaikan jalan telah tuntas,” kata dia.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.