Sulawesi Selatan Boyong 8 Atlet ke Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet lompat tinggi putra berusaha menghindari rintangan saat kejuaraan Atletik Pra Porda di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/4). TEMPO/Zulkarnain

    Atlet lompat tinggi putra berusaha menghindari rintangan saat kejuaraan Atletik Pra Porda di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/4). TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.COJakarta - Sulawesi Selatan memboyong delapan atlet untuk mengikuti kejuaraan nasional atletik di Aceh pada 5-7 Mei 2015. Mereka adalah lima atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan tiga atlet Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa.

    "Delapan orang yang kami berangkatkan hari ini (Senin), semoga bisa meraih prestasi," kata pelatih PPLP Sulawesi Selatan, Muhammad Rijal Fikri, Senin, 4 Mei 2015. 

    Menurut Rijal, atlet PPLP yang diberangkatkan adalah Bastian (putra), Maichel (putra), Asdar (putra), Fitri (putri), dan Nasirah (putri). Sedangkan tiga atlet PPLM ialah Hasruni (putri), Rahmatiah (putri), dan Suriyanto (putra). 

    Rijal menambahkan, semua nomor yang dipertandingkan akan diikuti, termasuk lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1.500 meter, dan 5.000 meter serta lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, dan jalan cepat.

    Menurut dia, prestasi para atletnya saat ini mulai meningkat. Sebab, pada kejuaraan nasional atletik pra-remaja dan remaja pada April lalu di Jakarta, perwakilan Sulawesi Selatan berhasil memperoleh empat medali, yakni 1 medali emas, 2 medali perunggu, dan 1 medali perak. Sedangkan pada 2014 di kejuaraan pra-remaja dan remaja, atlet Sulawesi Selatan hanya mampu meraih satu medali perak. 

    Untuk itu, Rijal berharap, di kejuaraan atletik di Aceh ini, atletnya mampu menorehkan prestasi yang lebih meningkat lagi. "Atlet semua sudah siap tanding setelah melakukan persiapan yang matang," ujarnya.

    Namun atlet Hasruni mengaku masih kurang persiapan menghadapi kejuaraan atletik di Aceh. “Tidak ada persiapan matang, karena hanya dua hari latihan terus berangkat," tutur Hasruni. Menurut dia, seharusnya sebelum mengikuti kejuaraan di luar Sulawesi Selatan, tim atletik harus dipersiapkan dengan matang, termasuk rutin menjalani latihan. 

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.