Menpora Sebut Presiden Ingin Tim Transisi Segera Bergerak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap Astra Honda Motor (AHM) Andi Gilang (kanan) berbincang dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, 6 April 2015. Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Andi Gilang yang berhasil menang di Asia Talent Cup di Qatar. ANTARA FOTO

    Pebalap Astra Honda Motor (AHM) Andi Gilang (kanan) berbincang dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, 6 April 2015. Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Andi Gilang yang berhasil menang di Asia Talent Cup di Qatar. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan Presiden Joko Widodo menginginkan agar tim transisi yang bertugas mengambilalih hak dan kewenangan PSSI segera bergerak setelah nanti diumumkan.

    "Sepak bola sudah menjadi perhatian yang sangat luas dari publik. Presiden juga sangat peduli dengan tata kelola sepak bola yang semakin baik. Kita tidak boleh mundur dan harus terus ke depan," kata Imam di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

    Hal tersebut ia sampaikan setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu siang untuk dimintai keterangan terkait permasalahan dengan PSSI. 

    Menpora mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan agar nama-nama yang akan mengisi tim transisi adalah orang-orang yang baik.

    "Namun kami belum setor nama-namanya ke Presiden karena kami masih mendalaminya sekali lagi. Intinya Presiden ingin agar tim transisi berjalan dengan baik," kata Menpora.

    Sampai saat ini Menpora masih mendalami nama-nama yang akan mengisi tim transisi, sehingga pengumumannya pun belum dilakukan.

    "Beri saya kesempatan sekali lagi untuk mendalami dan mempelajari sekaligus menyiapkan langkah teknis dan strategis setelah tim transisi saya umumkan," kata Menpora.

    Ia menyatakan seharusnya tim transisi akan diumumkan hari ini. Namun Menpora menegaskan dirinya harus mendapat banyak masukan.

    "Saya harus mendengar dari banyak pihak karena kami tidak ingin nanti yang mengendalikan tim transisi itu tidak dikehendaki oleh publik," kata Menpora.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.