Kvitova Kalahkan Williams Bukan Karena Kebetulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rep.Ceko, Petra Kvitova mengembalikan bola ke petenis Denmark, Caroline Wozniacki dalam laga turnamen tenis tunggal putri di putaran final WTA Singapura, 24 Oktober 2014. AP Photo

    Petenis Rep.Ceko, Petra Kvitova mengembalikan bola ke petenis Denmark, Caroline Wozniacki dalam laga turnamen tenis tunggal putri di putaran final WTA Singapura, 24 Oktober 2014. AP Photo

    TEMPO.CO, Madrid - Tidak banyak orang yang membayangkan ada petenis putri yang dapat menaklukkan Serena Williams sekarang. Sebabnya, petenis putri AS berusia 33 tahun ini sedang dalam permainan terbaiknya. Williams, pemain putri nomor satu dunia, tidak terkalahkan dalam 27 kali pertandingan terakhirnya berturut-turut sejak Oktober lalu. Namun Jumat ini, 8 Mei 2015, Williams ditaklukkan petenis Cek peringkat keempat dunia, Petra Kvitova, dua set lagsung 6-2, 6-3 pada babak semifinal turnamen tanah liat Madrid Terbuka.

    Kvitova, 25 tahun, bukan menang karena kebetulan. Benar bahwa ia selalu kalah melawan Williams pada lima pertandingan mereka sebelumnya.

    Pada pertemuan pertama di babak pertama turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2010, Kvitova kalah 6-1, 6-2. Pada pertemuan kelima di Istanbul, Turki, 2013, Kvitova juga kalah 6-2, 6-3. Tahun lalu, pada Madrid Terbuka 2014, Kvitova mengundurkan diri, sehingga dinyatakan kalah walk over (WO) melawan Williams. Karena itu, Kvitova merasa kemenangan pertama kalinya atas Williams kali ini terasa istimewa baginya. "Saya belum pernah mengalahkannya. Karena itu, ini saat yang istimewa bagi saya," kata Kvitova seusai pertandingan.

    Williams bukanlah satu-satunya petenis nomor satu dunia yang pernah dikalahkan Kvitova. Pemain kidal yang memiliki pukulan keras ini pernah mengalahkan dua pemain nomor satu dunia, yaitu Dinara Safina (Rusia) pada babak ketiga AS Terbuka 2009 dan Caroline Wozniacki (Denmark) pada babak penyisihan WTA (Asosiasi Tenis Putri) Final 2011.

    Kvitova memiliki prestasi yang bagus selama ini. Ia pernah dua kali menjuarai Grand Slam lapangan rumput Wimbledon pada 2011 dan 2014. Pada 2011, di babak final, ia menaklukkan Maria Sharapova 6-3, 6-4. Adapun pada final 2014 ia mengalahkan bintang tenis baru Kanada Eugenie Bouchard 6–3, 6–0. Prestasi Kvitova lainnya yang cukup menonjol adalah mencapai babak semifinal Grand Slam Australia Terbuka 2012 dan Prancis Terbuka 2012.

    Pada babak final Madrid Terbuka, Sabtu, 9 Mei 2015, Kvitova menghadapi Svetlana Kuznetsova, peringkat ke-29 dunia, yang menjinakkan Maria Sharapova 6-2, 6-4 di semifinal sesama Rusia. Kalau dapat menaklukkan Kuznetsova, Kvitova pantas diperhitungkan calon-calon lawannya pada Grand Slam lapangan tanah liat Prancis Terbuka 2015 pada 24 Mei hingga 7 Juni mendatang.

    REUTERS | WTA | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.