Masuk LP Anak, KONI Temukan 71 Bibit Atlet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu anak didik lapas (andikpas) melaksanakan sholat sunah di lembaga pemasyarakatan anak pria Tangerang, Banten, 1 Juli 2014. Selama bulan Ramadan para andikpas mengikuti kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Quran, solat berjamaah, mendengarkan ceramah dan lain lain. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    Salah satu anak didik lapas (andikpas) melaksanakan sholat sunah di lembaga pemasyarakatan anak pria Tangerang, Banten, 1 Juli 2014. Selama bulan Ramadan para andikpas mengikuti kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Quran, solat berjamaah, mendengarkan ceramah dan lain lain. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Selatan sedang gencar mencari bibit atlet potensial di daerah itu. Sekolah, pondok pesantren, kampus, bahkan lembaga pemasyarakatan dikunjungi KONI untuk mencari calon utusan daerah dalam menghadapi berbagai kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional.

    "Kali ini kami masuk ke LP karena kami yakin di sini akan banyak bermunculan atlet berprestasi," kata Dhennie Zainal, Wakil Ketua III KONI Sumatera Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Dalam penyisiran, KONI menjaring sekitar 71 warga binaan LP Anak Kelas IIA Palembang. Mereka akan menjalani uji fisik, mental, dan kesehatan. Jika lolos dalam tes itu, mereka akan mendapatkan pelatihan khusus di bidang olahraga yang digemari masing-masing.

    Menurut Dhennie, materi tes meliputi fisik dasar, kecepatan, kekuatan otot, serta daya tahan. Berdasarkan hasil tes, KONI akan memberikan rekomendasi cabang olahraga yang layak dipilih, misalnya tinju, tenis lapangan, binaraga, atau catur. "Kebetulan empat cabang tersebut sudah memiliki sarana latihan di sini, sehingga tinggal mendatangkan pelatih," ujar Dhennie.

    Dhennie menambahkan, seleksi atlet merupakan program tindak lanjut dari kunjungan KONI Sumatera Selatan ke tempat-tempat tersebut sebulan yang lalu. Dalam kunjungan itu, pihaknya mendapatkan kabar bahwa di LP Anak terdapat banyak warga binaan yang memiliki kemampuan olahraga di atas rata-rata. 

    Menurut dia, program pelatihan olahraga ini penting bagi anak-anak tersebut. "Jadi setelah menjalani hukuman, hidup mereka lebih terarah karena olahraga bisa jadi pendapatan."

    Sementara itu, Kepala LP Anak Kelas IIA Palembang A. Faedhoni mengatakan pihaknya memiliki 254 warga binaan. Mereka berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda. Mereka juga menjalani hukuman atas kasus yang berbeda pula.

    Dari seluruh warga binaan, pihaknya hanya merekomendasikan sekitar 71 orang untuk menjalani seleksi. "Kami sudah siapkan sasana dan lapangan yang tadinya sempat tak terawat," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.