Kemenpora Coba Rekonsiliasi Kisruh Persebaya 1927  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan bonek, pendukung Persebaya 1927 melakukan konvoi di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, (26/1). Konvoi yang di lakukan saat berlangsungnya Kongres PSSI ini untuk menuntut pembubaran Konggres PSSI dan memberikan pengakuan terhadap PSSI 1927. TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan bonek, pendukung Persebaya 1927 melakukan konvoi di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, (26/1). Konvoi yang di lakukan saat berlangsungnya Kongres PSSI ini untuk menuntut pembubaran Konggres PSSI dan memberikan pengakuan terhadap PSSI 1927. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar safari ke klub Persebaya 1927 sebagai salah satu usaha rekonsiliasi, selain untuk mencari data dan informasi yang lengkap mengenai klub tersebut.

    Setelah Menpora Imam Nahwari mengumumkan tim transisi Jumat malam lalu, Kemenpora langsung menugaskan Asisten Deputi Organisasi Olahraga Dody Iswandi dan Kepala Bidang Organisasi Prestasi Internasional Edy Nurinda untuk bertemu dengan Persebaya 1927.

    "Dari pertemuan ini, kami mendapatkan banyak masukan dan informasi yang nantinya akan menjadi bekal oleh-oleh yang kami laporkan kepada Menpora," kata Dody Iswandi seperti dilansir tim media Kemenpora di Jakarta, Sabtu.

    Hasilnya akan diskusikan dan ditelaah lebih dalam oleh Menpora. "Yang penting kita semua datang ke sini memiliki cita-cita yang sama untuk membenahi sepak bola Indonesia ke depan lebih baik lagi," katanya.

    Direktur Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar mengaku senang dengan kedatangan rombongan Kemenpora untuk mencari tahu data dan kronologi kondisi perjalanan Persebaya.

    Kepada rombongan dari Kemenpora, Saleh menceritakan bagaimana sejarah perjalanan Persebaya mulai dari Ligina X (2004) yang ketika itu berhasil menjadi juara hingga kondisi yang terjadi sekarang.

    "Sebenarnya tidak ada dualisme di Persebaya, tim Persebaya itu hanya satu yang lahir tahun 1927. Bahkan pada tahun 2012, Persebaya sekarang ini masih diakui oleh PSSI. Entah karena apa tiba-tiba Persebaya sekarang ini diambil alih dan muncul nama Persebaya yang lainnya," kata Saleh.

    Ia berharap hasil pertemuan bisa menghasilkan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia.

    "Kita tidak usah sekarang melihat klub, sekarang kita harus melihat semua untuk kebaikan sepak bola Indonesia," tuturnya.

    Jumat malam tadi Menpora Imam Nahrawi mengumumkan personel tim transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI setelah dibekukan sejak 17 April lalu.

    Ke-17 anggota tim transisi itu adalah F.X. Hadi Rudyatmo, Lodewijk F. Paulus, Ridwan Kamil, Eddy Rumpoko, Ricky Yakobi, Bibit Samad Rianto, Darmin Nasution, Ceppy T. Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Rukminto, Francis Wanandi, Saut H. Sirait, Andrew Darwis, Farid Husaini, Zuhairi Misrawi, Dias Faizal Malik Hendropriyono, dan Velix F. Wanggai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.