Kompetisi Tak Jelas, Persela Putus Kontrak Pemain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persela Lamongan, Roman Golian (kanan), bersitegang dengan wasit pertandingan, Hadiyana, saat laga ISL melawan Arema Cronus di stadion Kanjuruhan Malang, 25 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepakbola Persela Lamongan, Roman Golian (kanan), bersitegang dengan wasit pertandingan, Hadiyana, saat laga ISL melawan Arema Cronus di stadion Kanjuruhan Malang, 25 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Persela Lamongan memutus sementara kontrak para pemainnya dan hanya memberikan gaji sampai April 2015, karena belum jelasnya keberlangsungan kompetisi Liga Indonesia.

    "Putus kontrak sementara bagi pemain kami lakukan setelah terbitnya surat pemberhentian kompetisi dari PSSI, dan mereka hanya kami gaji sampai April 2015," kata Humas Persela, Arif Backtiar, Senin, 11 Mei 2015.

    Ia mengatakan, untuk keberlanjutan tim hingga kini masih menunggu kabar dari PSSI, dan belum bisa memberikan kepastian terkait dengan kontrak pemain ke depannya.

    "Kita masih menunggu kabar terkait keberlanjutan kompetisi, dan manajemen telah meminta agar pemain untuk mengisi kekosongan waktu kompetisi dengan pulang kampung," katanya.

    Sementara, terkait dengan adanya tim transisi yang dibentuk Menpora, manajemen Persela belum bisa berkomentar banyak, dan masih menunggu kabar keberlanjutan kompetisi.

    "Kami masih menunggu kabar lanjutan, dan akan ikuti setiap regulasi dan patuhi setiap keputusan yang dikeluarkan otoritas yang berwenang," katanya.

    Sebelumnya, Arif mengakui pemberhentian kompetisi telah merugikan semua tim dan pemain yang berlaga di Liga Indonesia.

    Oleh karena itu, dia berharap adanya solusi dari PSSI ataupun Menpora terkait dengan keberlanjutan kompetisi, sehingga kompetisi bisa digulirkan kembali. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?