Meski Uang Saku Telat, Yessy Tetap Bidik Emas di SEA Games  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perenang Indonesia sedang latihan. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi perenang Indonesia sedang latihan. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Menebus kegagalan dua tahun silam pada pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games, jadi tekad perenang nasional Yessy Venisia Yosaputra, 20 tahun. Kala itu, di Myanmar, pada nomor 200 meter gaya punggung, dia kalah oleh perenang Vietnam, Nguyen Thi Anh.

    Tak hanya kalah, catatan terbaiknya pun ikut terampok. Catatan waktu terbaiknya, yakni 2 menit 15,73 detik yang dibuat dalam SEA Games empat tahun silam, kandas oleh rekor baru Thi Anh. Perenang Vietnam itu melaju lebih cepat dalam waktu 2 menit 14,80 detik. “Saat itu saya memang sedang dalam fase terburuk,” ujar atlet 20 tahun ini di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2015. “Jadi, setelah SEA Games 2013 usai, saya sudah kembali berfokus mempersiapkan diri.”

    Pada SEA Games ke-28 di Singapura, Juni nanti, Yessy tak hanya ingin kembali merebut medali emas, tapi juga meraih catatan waktu terbaiknya. “Yang paling utama adalah melampaui catatan waktu terbaik. Kalau itu bisa terjadi, medali emas akan berada di tangan,” kata Yessy saat ditemui di Stadion Renang Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad lalu.

    Yessy mengaku tidak terpengaruh dengan keterbatasan persiapan menghadapi SEA Games 2015. Tim renang dilanda beragam masalah. Uang saku terlambat, rencana mengadakan kamp pelatihan di Australia tidak dijalankan secara maksimal, dan waktu pemusatan latihan mepet.

    “Memang uang saku sempat terlambat—saya lupa kapan tepatnya—dan memang persiapan kami mepet. Juni sudah SEA Games, pemusatan latihan baru dimulai Januari. Tapi itu memang risiko seorang atlet,” tutur Yessy. “Makanya saya harus mempersiapkan diri sendiri lebih awal.”

    Pelatih tim nasional, Hendry Sutanto, mengatakan keterbatasan persiapan tim renang memang sempat menimbulkan kekecewaan dalam diri atlet-atlet nasional. “Tapi kami terus memotivasi mereka agar keadaan ini jangan sampai mempengaruhi mereka,” ucapnya. “Biasanya kami kumpulkan mereka, lalu memberi wejangan. Nanti kami juga akan ke Seruni (Jawa Barat) selama tiga hari. Kami akan memberikan masukan positif buat atlet.”

    Hendry tentu berharap semua atletnya akan tergerak seperti Yessy—yang ingin menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Lahir di Bandung, 27 Agustus 1994, perenang dengan tinggi badan 168 sentimeter itu mengambil spesialisasi pada 200 meter gaya punggung. Ia merebut medali emas 200 meter gaya punggung pada SEA Games 2011 dan perak 200 meter gaya punggung SEA Games 2013.

    GADI MAKITAN


      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.