Tim Putra Softball Optimistis Rebut Emas di SEA Games 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Indonesia, memukul bola di pertandingan melawan Malaysia dalam Softball South East Asian (SEA) Men's Championship di Arena Softball CPI, Makassar, Sulsel, 4 September 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pemain Indonesia, memukul bola di pertandingan melawan Malaysia dalam Softball South East Asian (SEA) Men's Championship di Arena Softball CPI, Makassar, Sulsel, 4 September 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Tim nasional putra softball Indonesia optimistis bisa mengalahkan Filipina—tim yang selama ini menjadi penghalang Indonesia dalam usaha meraih medali emas pada SEA Games. Kepercayaan diri ini didasari hasil-hasil uji coba yang telah dilalui tim selama delapan bulan mempersiapkan diri.

    “Kita punya peluang menang melawan Filipina di SEA Games 2015,” kata pelatih tim nasional putra softball, Agus Rakhmansyah, saat ditemui di sela-sela latihan tim nasional putra di lapangan softball Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 18 Mei 2015. “Mudah-mudahan kita bisa mengakhiri 18 tahun penantian mendapatkan medali emas softball di SEA Games.”

    Terakhir kali Indonesia berhasil meraih emas pada cabang softball saat SEA Games Jakarta 1997. Setelah itu, tim putra Indonesia selalu dikalahkan Filipina saat berhasil mencapai babak final, termasuk pada SEA Games 2011 ketika Indonesia menjadi tuan rumah.

    Sedangkan dalam menghadapi SEA Games Singapura ini, kata Agus, timnya telah menjalani uji tanding yang cukup. Di samping itu, mereka berkesempatan bertemu Filipina pada salah satu laga uji coba, yakni dalam Kejuaraan Asia yang berlangsung di Singapura, Desember tahun lalu. Pada babak penyisihan grup, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina. Namun, pada babak semifinal, Filipina membalas kekalahan itu.

    “Di SEA Games 2011, kami tidak memiliki kesempatan bertemu Filipina sebelum SEA Games. Sedangkan tahun ini kita bisa bertemu Filipina dan menang,” ujar Agus. “Jadi peluang menang melawan Filipina tahun ini lebih besar daripada sebelumnya.”

    Selain pernah menang melawan Filipina, Agus mengatakan anak-anak asuhnya juga pernah mengalahkan tim-tim kuat saat menjalani uji coba di Jepang dan Republik Cek. Dalam kejuaraan antar-universitas di Chiba, Jepang, Maret lalu, tim nasional Indonesia meraih gelar juara. Sedangkan di Republik Cek, Agus menjelaskan, Indonesia meraih enam kali kemenangan dari sepuluh kali uji coba melawan klub-klub softball di sana.

    Menurut Agus, pengalaman-pengalaman uji coba ini membuktikan timnya bakal mampu bersaing dengan tim kuat, seperti Filipina, pada SEA Games 2015. “Tim kami juga diisi pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar. Kekompakan tim bagus,” tutur Agus. “Di samping itu, yang membuat kami percaya diri adalah beberapa pemain andalan Filipina mundur dari tim karena harus ikut wajib militer.”

    Di dalam tim Indonesia sendiri terdapat sembilan pemain yang pernah membela Indonesia pada SEA Games 2011. Adapun total pemain yang akan berangkat ke Singapura adalah 17 orang.

    Menurut Agus, timnya sekarang sedang dalam masa persiapan terakhir sebelum berangkat ke Singapura. “Kami hanya melakukan maintenance,” ucapnya. “Jadi materi fisik hanya 30 persen. Sisanya teknik dan strategi.”

    Tak hanya Agus, pemain pun merasakan adanya peningkatan dari segi pengalaman dan kepercayaan diri. Syaiful Nurdin, seorang pitcher, mengatakan persiapan timnya sudah matang. “Kami banyak mengambil ilmu dari uji coba-uji coba di luar negeri,” dia menjelaskan. “Apalagi lawan-lawan yang kami hadapi adalah lawan-lawan yang berat. Jepang itu negara softball nomor satu di Asia, sedangkan Republik Cek nomor satu di Eropa.”

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.