Ditunggu Djokovic di 8 Besar, Nadal Bisa Kehilangan Gelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal mengembalikan pukulan lawannya asal Serbia Novak Djokovic pada pertandingan Semi Final Monte Carlo Masters di Monaco, 18 April 2015. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

    Rafael Nadal mengembalikan pukulan lawannya asal Serbia Novak Djokovic pada pertandingan Semi Final Monte Carlo Masters di Monaco, 18 April 2015. REUTERS/Jean-Paul Pelissier

    TEMPO.CO, Paris -Juara sembilan kali tunggal putra Prancis Terbuka sekaligus juara bertahan, Rafael Nadal, dan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic berada di jalur untuk bisa bertemu pada babak perempat final setelah pengundian untuk turnamen itu dilakukan di Paris, Jumat 22 Me.i 2015

    Nadal ditempatkan sebagai unggulan keenam pada seri kedua Turnamen Grand Slam tahun ini tersebut setelah peringkat dunia miliknya terlempar dari 5 besar dalam 10 tahun terakhir ke urutan ketujuh dan akibatnya kemungkinan akan selalu menghadapi para pesaing besarnya di putaran delapan besar.

    "Sangat ganjil," kata Nadal, yang dinaikkan ke unggulan keenam setelah cedera memaksa petenis Kanada, Milos Raonic, mundur dari turnamen akbar lapangan tanah liat di Roland Garros, Paris, itu. "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi, saya harus bermain empat pertandingan untuk mencapai perempat final. Saya harus siap untuk putaran pertama," kata Nadal.

    Mantan petenis nmor satu dunia dari Spanyol itu mengalahkan Djokovic pada final 2012 dan 2014. Tapi, tahun ini, unggulan teratas asal Serbia, yang berusia 28 tahun pada Jumat itu, menjadi favorit yang sangat kuat untuk merebut gelar di Roland Garros yang belum pernah dimenanginya.

    Djokovic memasuki Prancis Terbuka yang akan dimulai pada Minggu itu dengan membawa catatan tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan dan sudah meraih gelar Australia Terbuka kelimanya dan gelar Masters di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Roma tahun ini.

    Djokovic, yang sedang berupaya menjadi salah satu dari delapan petenis yang memenangi seluruh gelar turnamen Grand Slam, akan memulai upayanya di Paris dengan menghadapi petenis 33 tahun asal Finlandia Jarkko Nieminen. Sedangkan Nadal, juga 28 tahun, akan memulai dengan menghadapi petenis wildcard asal Prancis yang berusia 18 tahun, Quentin Halys, yang menempati peringkat 304.

    Potensi perempat final lainnya adalah unggulan kedua Roger Federer, juara 2009, menghadapi sesama petenis Swiss, Stan Wawrinka.

    Unggulan ketiga Andy Murray juga berpotensi untuk bertemu di perempat final melawan David Ferrer, sementara Tomas Berdych bisa bertemu petenis Jepang Kei Nishikori.

    Federer akan memulai turnamen dengan menghadapi petenis kualifikasi, tapi bisa bertemu unggulan ke-24 asal Latvia Ernests Gulbis, yang menyingkirkannya pada putaran keempat tahun lalu. Bintang tenis Prancis Gael Monfils, yang mengalahkan Federer di final Piala Davis 2014, berpotensi menjadi lawan di putaran keempat.

    Murray, yang bisa menjadi lawan semifinal bagi Djokovic dan begitu juga Nadal, adalah juara di lapanga tanah liat Munich dan Madrid tahun ini, dan dengan catatan menang-kalah 10-0 di permukaan lapangan itu. Dia akan mengawali turnamen melawan petenis kualifikasi.

    Murray, semifinalis tahun lalu, akan bisa bertemu petenis Australia Nick Kyrgios, yang mengalahkan Federer di Madrid, pada putaran ketiga.

    Dalam kelompok tunggal putri, unggulan teratas Serena Williams mendapat undian berat yang memungkinkan petenis Amerika Serikat itu bertemu pesaing lamanya Victoria Azarenka dan juga saudaranya, Venus, sebelum perempat final.

    Serena Williams, juara 2002 dan 2013, dan hanya terpaut tiga gelar utama untuk menyamai prestasi Steffi Graf yang meraih 22 gelar Grand Slam, akan memulai turnamen dengan melawan petenis kualifikasi, tapi bisa bertemu Venus pada putaran 16 besar. Pemenang dua kali Australia Terbuka dan mantan petenis nomor satu dunia Azarenka berpotensi menjadi lawan di putaran ketiga bagi Serena.

    Bumbu tambahan dalam undian adalah kehadiran petenis Amerika Serikat, Sloane Stephens. 
    Stephens bisa bertemu juara dua kali itu di 16 besar, tapi dia memulai pertandingan melawan Venus.

    Sebaliknya, unggulan kedua dan juara bertahan Maria Sharapova memulai pertandingan melawan petenis berpengalaman asal Estonia, Kaia Kanepi, dan bisa bertemu kembali dengan petenis Spanyol, Carla Sanchez Navarro, yang dikalahkannya pada Italia Terbuka di Roma, pekan lalu, pada perempat final.

    Mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki kemungkinan bisa menjadi lawan di delapan besar bagi Williams. Adapun unggulan ketiga Simona Hale dan finalis tahun lalu akan bisa bertemu juara 2008, Ana Ivanovic, pada perempat final.

    Petra Kvitova, unggulan keempat yang juga juara Wimbledon, berpotensi menjadi pesaing semifinal Serena. Kvitova menyingkirkan petenis Amerika Serikat itu di Madrid bulan in dan  mengakhiri 27 kemenangan beruntun juara 19 kali turnamen Grand Slam itu. 

    ANTARA | AFP | ESPN | PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.