Jokowi Lepas Atlet SEA Games di Istana Merdeka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo melepas ratusan atlet yang akan berlaga di SEA Games ke-28 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Sebanyak 522 atlet dari 32 cabang olahraga yang akan berlaga di SEA Games Singapura pada 5-16 Juni 2015.

    "Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang mewakili negara, dalam gelaran olahraga internasional di Singapura," kata Jokowi, dalam sambutannya di Istana Merdeka, Selasa, 26 Mei 2015. "Para atlet harus memahami dengan baik bahwa kalian adalah yang terbaik. Kalian adalah putra-putri bangsa yang sudah terpilih melalui seleksi."

    Jokowi memberikan pengarahan kepada para atlet soal semangat juang dan pantang menyerah. "Itu merupakan modal dasar paling penting yang kita miliki," ujarnya.

    Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pelatih, pembina atlet di masing-masing induk cabang olahraga. "Yang secara berkelanjutan dan bekerja keras telah mampu mempersiapkan dan menghasilkan atlet yang sekarang ini untuk berangkat mewakili negara," ujarnya.

    Tak hanya menyampaikan pidatonya, Jokowi juga memanggil beberapa atlet dari cabang olahraga atletik 100 meter putri dan atlet dari cabang olahraga dayung. Jokowi menanyakan kepada keduanya tentang apa yang bisa dibawa pulang setelah bertanding di Singapura nanti. Kedua atlet itu menjanjikan akan membawa medali emas.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.