Gembleng Karateka, FORKI Datangkan Pelatih Asal Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet karate Indonesia, Fidelys Lolobua, bertanding melawan atlet Malaysia, Lim Chee Wei, dalam final karate putra di Incheon, Korsel, 2 Oktober 2014. REUTERS/Jason Reed

    Atlet karate Indonesia, Fidelys Lolobua, bertanding melawan atlet Malaysia, Lim Chee Wei, dalam final karate putra di Incheon, Korsel, 2 Oktober 2014. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO, Jakarta -PB Forki mendatangkan pelatih karate asal Prancis Tareq Abdesselem selama sepekan untuk menggembleng para pelatih nasional Indonesia di Jakarta mulai Selasa malam (2/6).

    PB Forki secara khusus mendatangkan pelatih asal Prancis itu untuk memantapkan kesiapan pelatih menghadapi SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018 Indonesia, demikian siaran pers PB Forki yang diterima di Jakarta, Rabu.

    "Target kegiatan ini tentunya meningkatkan kualitas SDM pelatih. Dengan kualitas pelatih meningkatkan, peluang melahirkan bibit-bibit atlet pun makin terbuka," kata ketua panitia pelaksana yang juga Kabid Binpres PB Forki Zulkarnen Purba.

    Kebijakan mendatangkan pelatih asal Prancis untuk menggembleng para pelatih karate Indonesia adalah suatu kebijakan yang tepat. Apalagi, tantangan Indonesia ke depan semakin berat, terutama karena negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara juga makin berkembang seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam, bahkan, persaingan di karate Asia makin berat karena masih ada Jepang dan Iran yang kerap mendominasi persaingan di Benua Asia. 

    "Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin pelatih Indonesia terus mengikuti perkembangan karate baik di Asia Tenggara (SEAKF), Asia (AKF), dan dunia (WKF). Target akhirnya tentu mereka bisa mencetak karateka berprestasi," tegas Zulkarnaen seperti dikutip siaran pers. 

    Sementara itu Sekjen PB Forki Lumban Sianipar juga menyatakan bahwa terciptanya prestasi atlet itu tidak lepas dari peran pelatih, contohnya pelatih Prancis itu mampu mengangkat prestasi karate Thailand.

    "Kalau ingin mencetak prestasi, maka harus ada perubahan dengan pelaku utamanya. Salah satunya, pelatih. Dia harus mampu membuat atlet yang hebat," kata Lumban.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.