Lindswell Sumbangkan Emas Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lindswell Kwok memperagakan jurus dengan pedang pada kategori Taulo nomor Taijijian Putri Asian Games 2014 di Incheon, Korsel, 22 September 2014. ANTARA /SAPTONO

    Lindswell Kwok memperagakan jurus dengan pedang pada kategori Taulo nomor Taijijian Putri Asian Games 2014 di Incheon, Korsel, 22 September 2014. ANTARA /SAPTONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Medali emas yang diraih Lindswell dari nomor tajijian putri memastikan target empat emas cabang olahraga wushu Kontingen Indonesia pada SEA Games 2015 terpenuhi, Senin, 8 Juni 2015.

    Lindswell memenuhi ambisinya meraih medali emas keduanya yang juga medali keeempat tim wushu Indonesia pada pertandingan yang digelar di Hall 2 Singapura Expo itu.

    Pada laga hari ketiga cabang itu, Lindswell membukukan nilai tertinggi 9,73 setelah tampil apik dan penuih karakter pada nomor pedang itu.

    Medali perak taijiian itu diraih atlet Singapura Valeri Ling En Wee dengan skor 9,71 Perunggu diraih oleh. Sin Yi Ng dari Malaysia dengan skor 9,69. Atlet Indonesia lainnya Cindy Martono di peringkat kelima dengan nilai 9,59.

    "Saya senang bisa meraih emas kedua ini, terima kasih atas dukungan semuanya. Dari awal memang saya sudah optimistis dan semuanya sesuai harapan," kata Lindswell.

    Sementara itu harapan emas Indonesia pada nomor pedang pupus setelah Ahmad Hulaefi harus mengakui keunggulan Xuan Hiep Tran dari Vietnam.

    Hulaefi harus puas dengan medali perak setelah mengumpulkan nilai 9,71, sedangkab Tran unggul tipis 9,72. Medali perunggu diraih Is Wei Lim dari Singapura.

    Sukses Linsdwell juga kian memantapkan keungulan Indonesia di cabang bela diri SEA Games 2015. Emas Lindswel juga menjadikan target tim wushu terpenuhi yakni meraih empat medali emas.

    Lindswell yang tampil pada kesempatan ketiga tampil sangat percaya diri. Dibalut pakaian berwarna hijau muda gadis kelahiran Medan tahun 1991 itu meliuk-liuk memainkan pedangnya.

    Dengan kemenangan itu, maka Lindswell memastikan hattrik emas SEA Games yang diraihnya sejak SEA Games 2011 di Indonesia.

    Bedanya kali ini ia mencatatkan dua medali emas menambah yang juga diraih sehari sebelumnya pada nomor taijiquan atau gerakan tangan kosong. Dipecahnya nomor itu membuatnya bisa meraih dua emas di Singapura.

    Meski sejak awal telah diprediksi akan mampu meraih emas, namun ia tidak jumawa. Bahkan ia tidak berani sesumbar meski dalam beberapa kejuaran internasional ia selalu berada di posisi teratas dibanding atlet Asia Tenggara lainnya.

    "Saya tidak pernah menjadikan kemenangan dan sukses sebelumnya untuk pertandingan hari ini, hari ini harus dihadapi hari ini secara maksimal," katanya.

    Ia mengaku laga nomor taijijian sangat enjoy dan lebih tenang dibandingkan dengan laga nomor taijiquan.

    "Lebih tenang karena sudah melakukan evaluasi dari pertandingan kemarin, pijakan saya hari ini srasa lebih pas dan mantap karena sudah tahu kekurangannya," katanya.

    Setelah menyumbang emas di SEA Games 2015, Lindswell konsentrasi untuk tampil pada kejuaraan dunia pada November 2016.

    "Selanjutnya konsentrasi ke kejuaraan dunia. Tapi belum tahu latihannya di mana,mungkin setelah ini ditentukan," kata Lindswell.

    Manajer Wushu Indonesia Novita menyatakan medali emas dari Lindswell sudah menjadi target dan sudah diprediksi sejak awal.

    "Emas dari Lindswell sudah kami prediksi. Bila tidak ada kendala poinnya memang selalu di atas, dan bersyukur tidak ada kendala dalam penampilan terakhirnya di ajang SEA Games ini," kata Novita.

    Sedangkan pada nomor Taijiquan 9,69 Fredy menyumbang medali perunggu. Emas nomor itu diraih Tse Yuan Lee dari Singapura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.