Petinju Indonesia Sumbang Emas Paska Tundukan Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daud Yordan (kiri) berlatih sparing dengan petinju Indonesia Natalius di Senayan, Jakarta, 12 Mei 2015. Daud Yordan akan kembali naik ring tinju melawan petinju asal Ghana, Maxwell Awuku pada tanggal 6 Juni di DBL Arena, Surabaya. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Daud Yordan (kiri) berlatih sparing dengan petinju Indonesia Natalius di Senayan, Jakarta, 12 Mei 2015. Daud Yordan akan kembali naik ring tinju melawan petinju asal Ghana, Maxwell Awuku pada tanggal 6 Juni di DBL Arena, Surabaya. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Kornelis Kwangu Langu menambah perolehan medali emas Indonesia setelah mengalahkan Rogen Ladon (Filipina) dalam final pertandingan tinju kelas 46-49 kg SEA Games 2015 di Hall 2 Singapura Expo, Rabu.

    Bendera Merah Putih dikibarkan di arena tinju SEA Games 2015 diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Kornelis berdiri tegak di podium penghormatan pemenang diapit Ladon, yang meraih medali perak, dan dua petinju peraih medali perunggu.

    Dalam pertarungan empat ronde itu dua wasit menyatakan petinju Indonesia menang dengan skor 29-28, 29-28 dan satu juri mengunggulkan Ladon 28-29 sehingga Kornelis menang 2-1.

    Usai pertandingan, Kornelis mengatakan pertandingan final cukup berat dan dia sempat terdesak meski kemudian bisa bangkit lagi pada ronde terakhir.

    "Saya sempat kewalahan di awal, namun akhirnya bisa bangkit dan meraih emas. Medali ini saya persembahkan bagi masyarakat Indonesia, keluarga dan teman-teman saya yang mendukung selama ini," kata Kornelis.

    Ia menyebut Ladon sebagai petinju berpengalaman dan dia cukup kesulitan mengatasinya.

    "Ia petinju bagus dan berpengalaman, namun saya ikuti semua saran pelatih yang memberi instruksi menyerang dan sesekali bertahan. Ladon sangat licin dan saya beruntung bisa mengatasinya," katanya.

    Perayaan kemenangan dilakukan tim di arena tinju oleh tim Indonesia. Kornelis tidak kuat menahan tangis saat turun dari ring dan disambut oleh ofisial dan petinju lainnya.

    "Dengan waktu latihan yang termasuk singkat namun tim bisa meraih medali emas. Semua atlet sudah tampil maksimal meski dengan latihan yang jauh dari cukup," kata Pelatih Tim Indonesia Adi Swanda.

    Sementara petinju putri andalan Indonesia pada kelas 54 kilogram, Christina Jembay, harus mengakui keunggulan Tasamalee Thongjan dari Thailand dalam pertarungan final partai keempat yang sangat ketat dengan skor akhir 0-3.

    Christina harus puas dengan medali perak pada nomor itu dan mengubur ambisinya untuk meraih medali emas pertama bagi tim tinju Indonesia dan medali emas pertamanya di SEA Games.

    Meski gagal mengibarkan Merah Putih di arena tinju, namun Christina tampil penuh percaya diri meladeni Tassamalee.

    Tim tinju sudah menyumbangkan satu medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu. Medali perunggu dipersembahkan oleh Ester Kalayukin pada kelas 46-49 kilogram putri dan Farrand Papedang pada kelas 60 kilogram.

    Pada SEA Games 2013 di Myanmar Indonesia hanya meraih empat medali perak dan empat medali perunggu.

    "Dibandingkan SEA Games 2013, hasil kali ini lebih baik dengan satu emas. Sebelumnya empat perak dan empat perunggu," kata Adi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.