Vakum Dua Tahun, Indra Kembali Sumbang Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia Indra Gunawan memperlihatkan medali emas usai penganugerahan medali renang nomor 50 meter gaya dada di OCBC Aquatic Centre, Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO/

    Perenang Indonesia Indra Gunawan memperlihatkan medali emas usai penganugerahan medali renang nomor 50 meter gaya dada di OCBC Aquatic Centre, Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO/

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang olahraga renang akhirnya pecah telur setelah Indra Gunawan yang turun di nomor gaya dada 50 meter putra mampu mempersembahkan emas pada SEA Games 2015 di OCBC Aquatic Centre Singapura, Kamis.

    Meski demikian, cabang olahraga air paling bergengsi ini belum mampu memenuhi target yang dibebankan olejh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yaitu lima medali emas. Padahal cabang ini sudah menyelesaikan semua nomor yang dipertandingkan.

    Bagi Indra Gunawan, emas yang diraih pada SEA Games kali ini terasa istimewa karena didapat setelah dua tahun terakhir vakum. Prestasi atlet asal Sumatra Utara itu juga dinilai sebagai sebuah pembuktian.

    "Ini adalah tanggung jawab saya. Sebelum kesini saya berjanji akan memberikan yang terbaik. Jadi saya sudah penuhi janji saya saat ini" kata Indra Gunawan dengan tegas.

    Hasil terbaik dari pemegang rekor SEA Games ini ternyata tidak diikuti oleh Siman Sudartawa yang turun di nomor 50 meter gaya punggung. Atlet asal Bali ini hanya merebut medali perak meski catatan waktunya melampaui rekornya sendiri yaitu 25,34 detik. Rekor sebelumnya adan 25,62 detik.

    Begitu juga di nomor 4X100 meter gaya ganti. Turun dengan formasi terbaik yaitu Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glenn Victor dan Triady Fauzi ternyata harus mengakui keunggulan tuan rumah Singapura dan hanya berhak medali perak. Dengan hasil ini dipastikan kontingen renang Indonesia hanya meraih satu emas.

    Balap sepeda mengalami SEA Games 2015 dengan merebut emas pada nomor Individual Time Trial (ITT) setelah Robin Manullang menjadi yang terbaik. Peluang sepeda untuk menambah emas masih terbuka karena masih ada nomor criterium dan road race yang belum dipertandingan.

    "Ada enam pebalap (Robin Manullang, Aiman Cahyadi, Tonton Susanto, Jamalidin Novardianto, Elan Riyadi dan Muhammad Nur Fatoni) yang akan kami turunkan. Kami berharap, mereka mampu memberikan yang terbaik," kata salah satu pelatih balap sepeda timnas, Hendry.

    Cabang olahraga atletik juga tidak ketinggalan sumbah emas. Kali ini emas dipersembahkan oleh Triyaningsih dari nomor 10 ribu meter dan Maria Londa dari nomor lompat jangkit. Dengan tambahan dua emas ini, atlet telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu enam emas.

    Selain mampu memenuhi target, cabang olahraga atletik juga sukses mengantarkan Maria Londa ke Olimpiade Rio de Janeiro setelah lompatannya mampu menembus limit yang ditentukan yaitu 6,70 meter. Hasil Maria ternyata tidak diikuti Dedeh Erawati yang hanya merebut perak pada nomor lari gawang 100 meter putri.

    Untuk rowing, ada tiga emas yang dipersembahkan untuk Indonesia. Emas pertama dipersembahkan Memo yang turun di nomor single sculls 500 meter, Maryam Makdalena Daimoi nomor leighweight single 500 meter dan satu emas lagi dari nomor leightseight four 500 meter.

    Selain itu, cabang olahraga yang berada dibawah kendali Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Pordasi) juga mempersembahkan medali emas lewar Arsi Isadi dari nomor leighweight single 500 meter serta dari nomor women"s pair 500 meter.

    Hasil kurang maksimal didapat oleh cabang bulu tangkis. Tim putri Indonesia harus puas dengan medali perunggu setelah di babak semifinal dikalahkan oleh tim Malaysia. Meski demikian, atlet putri Indonesia masih berpeluang mengejar medali dari nomor individu. Sementara tim putra lolos ke final dan akan berhadapan dengan Thailand.

    Sementara itu cabang olahraga sepak bola terus meraih hasil positif. Anak asuh Aji Santoso itu dipastikan lolos ke semifinal setelah dipertandingkan terakhir babak penyisihan Grup A menang atas tuan rumah Singapura. Kondisi ini dinilai positif karena timnas tetap semangat meski federasi sepak bola Indonesia atau PSSI sedang mendapatkan sanksi FIFA.

    Pada babak semifinal, Evan Dimas dan kawan-kawan akan berhadapan dengan juara Grup B yaitu Thailand. Sesuai dengan rencana, pertandingan bergengsi ini dilaksanakan di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (13/6).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.