Anggia-Ketut Akui Sulit Keluar dari Tekanan Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda (kanan) dan Ni Ketut Mahadewi mengembalikan bola ke pebulu tangkis Malaysia Vivian Kah Mun Hoo dan Khe Wei Woon pada semifinal bulu bulu tangkis beregu putri Sea Games ke-28 di Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO

    Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda (kanan) dan Ni Ketut Mahadewi mengembalikan bola ke pebulu tangkis Malaysia Vivian Kah Mun Hoo dan Khe Wei Woon pada semifinal bulu bulu tangkis beregu putri Sea Games ke-28 di Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda dan Ni Ketut Mahadewi mengaku tertekan saat menghadapi pasangan Malaysia Vivian Kah Mun Hoo dan Khe Wei Woon dalam pertandingan semifinal SEA Games 2015 di Singapore Indoor Stadium Singapura, Senin.

    Dalam pertandingan yang berlangsung 32 menit, pasangan peringkat 51 dunia itu dikalahkan Hoo dan Woon 12-21, 11-21 sehingga hanya bisa membawa pulang medali perunggu SEA Games.

    "Permainan kami tadi tidak memuaskan. Kami sudah tertekan sejak awal bertanding. Pada game kedua kami menjadi tidak percaya diri dan mereka banyak menyerang," kata Ketut selepas pertandingan.

    Ketut mengatakan Hoo dan Woon punya gaya permaian cepat yang membuat dia dan Anggia sulit keluar dari tekanan.

    "Kami sudah mencoba keluar dari tekanan, tapi mereka kelihatan lebih siap dari kami," kata Ketut.

    "Saya lebih menikmati pertandingan saat kami bertemu dengan mereka pada nomor beregu. Saya merasa permainan kami seakan dikendalikan oleh pasangan Malaysia itu pada pertandingan nomor perorangan," kata Anggia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.