Panitia Klaim Banyak Rekor Nasional Pecah di SEA Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia Triyaninsih membawa bendera merah putih usai memasuki garis finish setelah menyelesaikan putaran nomor Lari 10 ribu meter putri Sea Games ke-28 di National Stadium, Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO

    Pelari Indonesia Triyaninsih membawa bendera merah putih usai memasuki garis finish setelah menyelesaikan putaran nomor Lari 10 ribu meter putri Sea Games ke-28 di National Stadium, Singapura, 11 Juni 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan SEA Games 2015 di Singapura memang belum resmi ditutup, tapi perolehan medali kontingen Indonesia sesuai dengan prediksi dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas atau Satlak Prima.

    "Prediksi sudah kami sampaikan. Sebenarnya itu yang kami takutkan. Meski demikian, pada SEA Games 2015 banyak rekor nasional yang pecah," kata Kabid Binpres Satlak Prima Johansyah Lubis di Singapura, Senin.

    Satlak Prima berdasarkan pendataan yang dilakukan memprediksi pencapaian emas kontingen Indonesia ada 46 medali emas dari 32 cabang olahraga yang diikuti. Prediksi tersebut mendekati kenyataan setelah Indonesia memastikan satu emas dari bulu tangkis nomor ganda putra.

    Berdasarkan catatan dari Satlak Prima, sedikitnya ada delapan rekor nasional yang pecah. Salah satu rekor yang pantas dibanggakan adalah lompat jauh melalui Maria Londa. Catatan lompatannya adalah 6,70 meter. Adapun rekor nasional sebelumnya juga dipegang Maria Londa juga dengan lompatan 6,55 meter.

    Apa yang diraih oleh Maria Londa pada nomor lompat jauh, selain mampu menyumbang medali emas dari Indonesia juga sukses membawa atlet asal Bali ini lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

    Namun, ada beberapa cabang olahraga yang tidak sesuai dengan target diantaranya adala renang. Dari lima emas yang ditargetkan hanya satu emas yang diraih. Untuk itu pihaknya berharap evaluasi harus segera dilakukan guna mencari solusi untuk kembali meningkatkan prestasi atlet Indonesia.

    "Singapura banyak melakukan investasi di luar negeri. Hasilnya pada SEA Games kali ini. Makanya program jangka panjang harus terus kita lakukan. Setelah SEA Games, atlet tidak akan pulang kampung karena harus menjalani pemusatan latihan," katanya menegaskan.

    Satu hari menjelang penutupan, Indonesia hanya mampu menyumbangkan dua medali perak lewat squash dan basket putra. Selain itu juga mendapatkan sumbangan satu perunggu dari cabang olahraga bola voli.

    Harapan perunggu dari cabang sepak bola juga pupus setelah dipertandingan terakhir harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor telak 0-5. Hasil yang diraih Evan Dimas dan kawan-kawan menurun jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya yang meraih medali perak.

    Asa untuk menambah medali emas bagi kontingen Indonesia memang masih terbuka karena ada tiga nomor cabang bulu tangkis yang lolos ke final. Bahkan, satu emas sudah dipastikan ditangan setelah pasangan Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama akan berhadapan dengan pemain Indonesia lainnya, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

    Selain itu, cabang bulu tangkis juga menempatkan Hanna Ramadini yang difinal akan berhadapan dengan atlet asal Thailand, Busanan Ongbumrumpan serta pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto yang akan berhadapan dengan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

    Hasil kurang maksimal kontingen Indonesia dan hanya berada diposisi kelima membuat ketua kontingen Indonesia pada SEA Games 2015 yaitu Taufik Hidayat turut berbicara. Mantan atlet bulu tangkis itu langsung menyampaikan permintaan maafnyakepada masyarakat Indonesia karena tim yang dipimpin belum memenuhi harapan masuk dalam jajaran tiga besar negara pengumpul medali terbanyak.

    "Hasilnya memang seperti ini. Saya percaya semua atlet yang turun sudah berbuat dengan maksimal. Saya akan bertanggungjawab dan melaporkan hasilnya ke KOI, KONI maupun pemerintah," kata Taufik Hidayat di sela bertemu dengan wartawan Indonesia peliput SEA Games 2015.

    Menurut dia, pencapaian medali kontingen Indonesia pada kejuaraan dua tahunan itu memang belum sesuai dengan harapan. Ada beberapa hal yang bisa digaris bawahi dan diharapkan kedepannya segera diperbaiki karena banyak kejuaraan yang telah menunggu.

    "Memang ada yang sudah sesuai dengan target seperti dayung. Untuk cabang olahraga lain banyak target yang meleset seperti biliar maupun renang. Masalah sarana dan prasarana tidak bisa dipungkiri punya andil besar dalam menentukan prestasi disini," katanya menambahkan.

    Sementara itu Ketua KOI Rita Subowo tetap mengapresiasi percapaian medali kontingen Indonesia pada SEA Games 2015. Pihakya menilai, atlet yang diturunkan telah bekerja keras untuk meraih hasil yang terbaik.

    "Mereka sudah berjuang sekuat tenaga. Ada yang beruntung ada juga yang kurang beruntung. Setelah SEA Games kita harus segera membuat konsep yang jelas karena sebentar lagi akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018," kata Rita Subowo.

    Setelah SEA Games 2015, Indonesia memang dihadapkan dengan persiapan untuk menghadapi kejuaraan yang levelnya lebih tinggi yaitu Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah, Indonesia ditutup harus mampu bersaing dengan negara-negara Asia lainnya. Untuk itu persiapan diharapkan jauh lebih matang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.