Tim Indonesia Maju ke Perempat Final Kejuaraan Asia Junior  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Junior Indonesia, Firman Abdul Kholik. badmintonindonesia.org

    Pebulutangkis Junior Indonesia, Firman Abdul Kholik. badmintonindonesia.org

    TEMPO.COBangkok - Tim bulu tangkis junior Indonesia maju ke perempat final Asia Junior Championships 2015. Kemenangan 4-1 atas India pada pertandingan terakhir babak penyisihan membuat Indonesia keluar sebagai juara Grup D.

    Poin pertama disumbang ganda putra Andhika Ramadiansyah/Yahya Adi Kumara. Dalam waktu 52 menit, mereka berhasil menaklukkan Madathil Ramachandran Arjun/Shetty Chirang Chandrashekhar dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-17.

    Sayang, di partai kedua, Gregoria Mariska yang turun di nomor tunggal putri kalah di tangan Pardeshi Shriyanshi, 15-21, 21-11, dan 16-21. Beruntung, Firman Abdul Kholik yang turun di partai tunggal putra menang saat melawan Sen Chirag dengan skor 15-21, 21-14, 21-8. Jadi Indonesia kembali unggul 2-1.

    Ganda putri Apriani Rahayu/Nisak Puji Lestari menjadi penentu kemenangan setelah menekuk Wadkar Karishma Sandeep/Jayakumar Malavika, 21-13 dan 21-19. Pasangan ganda campuran Beno Drajat/Yulfira Barkah menambah keunggulan Indonesia menjadi 4-1 setelah mengalahkan Madathil Ramachandran Arjun/Garg Kuhoo, 21-11 dan 21-14.

    Manajer tim Indonesia, Umar Djaidi, mengatakan hasil tersebut sudah sesuai dengan perkiraan. "Yang agak mengkhawatirkan sebenarnya ada di nomor ganda putra, tapi ternyata bisa menang. Malah tunggal putri kita kecolongan, padahal sebenarnya Georgia bisa menang atas lawannya," ujarnya.

    Untuk persiapan tahap berikutnya, Umar menyatakan timnya hanya perlu lebih fokus lagi. "Besok tanding harus lebih siap lagi, lebih yakin untuk bisa menang dan ambil poin," tuturnya.

    BADMINTON INDONESIA | RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.