Kebakaran Picu Kepanikan di Arena Wimbledon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kei Nishikori melakukan servis kearah lawannya Italia Simone Bolelli pada pertandingan babak pertama Tenis Wimbledon di London, 29 Juni 2015. Nishikori menang dengan lima set 6-3, 6-7(4), 6-2, 3-6, 6-3. AP/Kirsty Wigglesworth

    Kei Nishikori melakukan servis kearah lawannya Italia Simone Bolelli pada pertandingan babak pertama Tenis Wimbledon di London, 29 Juni 2015. Nishikori menang dengan lima set 6-3, 6-7(4), 6-2, 3-6, 6-3. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.CO, Jakarta - Arena turnamen tenis Wimbledon dievakuasi setelah alarm kebakaran berbunyi dan asap terlihat dari salah satu ruangan di tempat tersebut, Rabu malam waktu setempat (Kamis WIB, 2 Juni 2015).

    Fotografer AFP yang berada di lokasi melihat asap berasal dari ruang makan lapangan utama atau Center Court.

    "Dikonfirmasikan bahwa Center Court telah dievakuasi setelah pertandingan selesai, karena masalah listrik. Petugas pemadam telah datang," demikian diumumkan panitia Wimbledon seperti dikutip Reuters.

    Di Center Court, semua orang yang masih ada di dalam arena diminta segera keluar.

    Selanjutnya diumumkan pula bahwa semua orang yang masih berada di Pintu 4 dan 5 juga keluar.

    Beberapa menit kemudian diumumkan lagi bahwa stadion All England Club harus dikosongkan.

    Wartawan masih tetap diperbolehkan berada di ruang media, yang letaknya bersebelahan dengan Center Court.

    Evakuasi itu sendiri terjadi sekitar pukul 21.15 waktu setempat, sementara semua pertandingan setelah selesai pada pukul 20.00.

    "Investigasi sedang dilakukan, sementara kami belum dapat memberi keterangan lebih jauh.

    Pemanggilan unit pemadam kebakaran dan evakuasi yang dilakukan merupakan standar operasi yang harus kami lakukan," kata panitia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.