Menteri Imam Nahrawi Sadap Semua Ponsel di Piala Kemerdekaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. TEMPODhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. TEMPODhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar turnamen Piala Kemerdekaan. Kejuaraan sepakbola tersebut mulai digelar pada 1 Agustus 2015.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas selama penyelenggaraan turnamen, panitia akan meminta seluruh nomor telepon genggam pelatih, pemain, hingga manajer klub didaftarkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri.

    "Kami berupaya untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas," ujarnya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat 3 Juli 2015.

    Anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi mengatakan tujuan dari diadaftarkannya nomor telepon seluler pelatih, pemain, hingga manajer klub untuk menghindari skandal pengaturan skor. "Kami akan meminta KPK dan Polri untuk menyadap handphone mereka, pelatih, pemain, hingga manajer tim," ujarnya.

    Zuhairi menjelaskan, seluruh tim yang ikut berkompetisi dalam Piala Kemerdekaan, tak keberatan dengan disadapnya telepon seluler mereka. "Buktinya mereka mau menandatangani pakta integritas," katanya.

    Panitia Piala Kemerdekaan, kata dia, akan memfasilitasi 22 orang pemain dengan 6 official untuk sebuah klub. "Peserta Piala Kemerdekaan hanya diizinkan untuk menggunakan 1 pemain asing," kata Zuhairi.

    Hingga saat ini, sudah ada 21 klub yang menyatakan ingin mengikuti Piala Kemerdekaan. Dari 21 klub tersebut, sudah ada 18 klub dari divisi utama yang menandatangani pakta integritas. Sedangkan untuk tiga klub lainnya masih menunggu persetujuan dari direktur klub. Ke-18 klub tersebut dibagi dalam 3 grup.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.