Turnamen IBL Bakal Mulai Bergulir Januari 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Satria Muda Britama Jakarta Christian Sitepu (kanan) berebut bola dengan pemain Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Adhi Pratama pada laga babak Grand Final Liga Bola Basket Nasional Indonesia di Hall Basket Senayan, Jakarta, 10 Mei 2015. Satria Muda Britama Jakarta mengalahkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dengan skor 62-54. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pemain Satria Muda Britama Jakarta Christian Sitepu (kanan) berebut bola dengan pemain Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Adhi Pratama pada laga babak Grand Final Liga Bola Basket Nasional Indonesia di Hall Basket Senayan, Jakarta, 10 Mei 2015. Satria Muda Britama Jakarta mengalahkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dengan skor 62-54. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) kembali menggulirkan turnamen Indonesian Basketball League (IBL). Ini sebagai liga basket tertinggi di Indonesia yang akan dimulai pada Januari 2016.

    "IBL sebenarnya merupakan laga yang diamanatkan oleh Musyawarah Nasional Perbasi pada 2003. Sebelumnya, liga bola basket di Indonesia bernama Kobatama. Klub-klub bola basket saat itu minta pengelolaan secara mendiri atau tidak berada di bawah Perbasi sehingga dibentuk IBL," kata Sekretaris Jenderal Perbasi Amran A. Sinta dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 9 Juli2015.

    Perbasi, lanjut Amran, berencana mematenkan IBL sebagai liga bola basket tertinggi di Indonesia. Sehingga tidak ada lagi nama lain untuk liga bola basket profesional di Indonesia seperti National Basketball League seperti yang diselenggarakan PT DBL.  Kontrak penyelenggaraan liga bola basket profesional antara PP Perbasi dan PT DBL telah berakhir pada Mei tanpa ada perpanjangan kontrak.

    "Maka, kami menyusun standar prosedur untuk mengundang sejumlah promotor menyelenggarakan liga bola basket di Indonesia. Kami telah mengundang empat promotor termasuk Starting Five," kata Amran.

    Perbasi menilai Starting Five memenuhi sejumlah aspek prosedur yang telah ditetapkan yaitu pendanaan, sumber daya manusia, serta komitmen untuk memajukan perbasketan Indonesia.  Presiden Direktur Starting Five sekaligus Direktur IBL Hasan Gozali mengatakan perusahaannya bukan pesaing dari promotor liga bola basket profesional Indonesia sebelumnya.

    "Kami justru meneruskan apa yang telah dilakukan oleh promotor sebelumnya selama satu tahun mendatang meskipun tekanan untuk dapat menyelenggarakan kualitas turnamen seperti sebelumnya cukup tinggi," kata Hasan.

    Ketua Dewan Komisaris IBL yang sekaligus pemilik klub JNE Bandung Utama Dennies Depriadie mengharapkan IBL sebagai turnamen bola basket profesional tertinggi di Indonesia akan menjadi industri olahraga.

    "IBL akan membawa perubahan dalam penataan dan pengelolaan kompetisi. IBL juga akan menjadi tolok ukur bagi promotor dan klub sehingga akan ada progres penyelenggaraan kompetisi. 

    Dennies menambahkan sebanyak 12 klub bola basket putra akan mengikuti turnamen IBL. Sedangkan enam klub bola basket putri akan mengikuti Women IBL yang akan dimulai pada Januari mendatang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.