Cedera Siku, Serena Williams Absen Sepekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serena Williams mengangkat pialanya usai berhasil mengalahkan Garbine Muguruza dengan 6-4, 6-4 pada Finla Wimbledon di London, 11 Juli 2015. Gelar ini pun sekaligus menjadi gelar Grand Slam ke-21 yang diraih Serena. REUTERS/Toby Melville

    Serena Williams mengangkat pialanya usai berhasil mengalahkan Garbine Muguruza dengan 6-4, 6-4 pada Finla Wimbledon di London, 11 Juli 2015. Gelar ini pun sekaligus menjadi gelar Grand Slam ke-21 yang diraih Serena. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Bastad - Petenis nomor satu putri dunia, Serena Williams (Amerika Serikat) akan beristirahat sepekan setelah menarik diri dari turnamen Swedia Terbuka karena cedera siku.

    Meskipun demikian, Williams meyakini cedera siku ini tidak akan mengganggunya pada persiapan menghadapi turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka di New York, Amerika Serikat, 31 Agustus hingga 13 September mendatang.

    Williams, yang telah menjuarai tiga turnamen Grand Slam tahun ini (Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon), mundur menjelang pertandingan babak kedua melawan Klara Koukalova (Cek) karena cedera saat latihan.

    "Dalam delapan pekan ini saya harus mengambil waktu untuk menyembuhkan siku saya,” kata Williams dalam akun Facebook-nya. “Saya yakin akan siap untuk turnamen sepanjang musim panas mendatang. Saya butuh waktu untuk memulihkan cedera saya dan merehabilitasi, tapi untuk saat ini saya terpaksa sepekan ke depan istirahat dulu.”

    Williams, 33 tahun, merebut gelar juara turnamen tenis Grand Slam keenamnya di Wimbleodn bulan ini, dijadwalkan mempertahankan gelar juaranya pada turnamen di Stanford pada 3 Agustus mendatang. Ia juga akan tampil pada Piala Roger di Toronto, Kanada, pekan berikutnya sebelum bermain di AS Terbuka.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?