Made Semiati, Penyandang Tunagrahita Bertanding di Olympics  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ni Made Semiati, anak penyandang tuna grahita yang akan bertanding di Olympics Spesial World Games. SOS Children's Village/facebook

    Ni Made Semiati, anak penyandang tuna grahita yang akan bertanding di Olympics Spesial World Games. SOS Children's Village/facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Ni Made Semiati, anak penyandang tunagrahita, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba sprint jarak 100 dan 200 meter. Ni Made Semiati akan bertanding melawan atlet lainnya dari 165 negara dalam kancah olahraga dunia untuk anak berkebutuhan khusus "Olympics Special World Games" di Los Angeles, Amerika Serikat.

    "Ni Made Semiati akan berlomba dari 28 Juli hingga 2 Agustus," kata Communications Manager Fund Development and Communications SOS Children’s Villages Indonesia Masayu Yulien Vinanda melalui keterangan persnya, Kamis, 23 Juli 2015.

    Masayu menjelaskan, sebelum bertanding di Amerika Serikat, Ni Made Semiati, pernah menjuarai kejuaraan nasional olahraga anak berkebutuhan khusus di Makassar pada tahun lalu. Keikutsertaan anak Indonesia di Special Olympics World Games, kata dia, bukanlah hal yang pertama kali.

    Masayu menuturkan, sebelumnya, I Putu Sarwada juga pernah mengikuti kejuaraan serupa pada 2003 di Dublin, Irlandia. "Selain itu, pada Special Olympics World Games 2011 di Athena, Yunani, Sigit dari Village Jakarta juga pernah meraih medali perak," katanya.

    Masayu berharap, bersamaan dengan momen Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis, 23 Juli 2015, semua pihak menyadari jika setiap anak berhak untuk dicintai dan dihargai dengan segala kekurangan dan kelebihannya. "Komitmen bersama untuk mendorong pemenuhan dan perlidungan hak-hak anak perlu selalu diupayakan," ujarnya.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?