Kejuaraan Dunia 2015, Ganda Putra dan Campuran Diandalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kiri), melakukan smash di sebelah Hendra Setiawan, saat menghadapi Cai Yun/ Fu Haifeng, dalam semifinal Piala Sudirman 2015 di Cina, 16 Mei 2015. REUTERS/Stringer

    Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kiri), melakukan smash di sebelah Hendra Setiawan, saat menghadapi Cai Yun/ Fu Haifeng, dalam semifinal Piala Sudirman 2015 di Cina, 16 Mei 2015. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Bidang Pelatnas Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Ricky Subagja mengatakan Indonesia masih mengandalkan ganda putra dan ganda campuran untuk memperoleh gelar juara dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015. Untuk pasangan ganda campuran, kata dia, PB PBSI masih menaruh harapan pada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sedangkan untuk pasangan ganda putra, induk olahraga bulu tangkis tersebut mengandalkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

    "Walaupun kami masih mengandalkan ganda putra dan ganda campuran, tetapi hasil drawing (pengundian) untuk semua kategori, menurut saya, sudah cukup baik," ujar Ricky setelah jumpa pers di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015.

    Ricky menuturkan, dengan sisa waktu yang ada hingga kejuaraan dunia tersebut digelar, PB PBSI berupaya untuk meningkatkan teknik dan kekuatan fisik seluruh anak asuhnya. Selain itu, kata dia, PB PBSI pun berusaha untuk menjaga stamina dari seluruh pebulu tangkis yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia yang akan digelar pada 10-16 Agustus mendatang itu.

    Ricky menambahkan, seluruh anak asuhnya yang akan bertanding dalam kejuaraan dunia yang akan dihelat di Istora Senayan, Jakarta, itu saat ini sedang dalam kondisi prima. "Seluruh atlet sekarang dalam kondisi sehat," ucap mantan pebulu tangkis ini.

    Menurut Ricky, untuk kategori ganda putra, anak asuhnya harus mewaspadai pebulu tangkis dari dari Korea Selatan, Lee Yong Dae dan Yoo Yeon Seong, serta pasangan Ko Sung Hyun dan Shin Baek Choel. Selain itu, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, pun harus berhati-hati dengan ganda putra Tiongkok, Chai Biao dan Hong Wei. "Selain itu, ganda putra dari Denmark, Mathias Boe dan Carsten Mogensen, harus kami waspadai," tuturnya.

    Sedangkan untuk ganda campuran, Ricky mengimbuhkan, lawan yang harus diwaspadai ialah pebulu tangkis dari Tiongkok, Zhang Nan dan Zhao Yunlei, serta pasangan Xu Chen dan Ma Jin. Selain itu, kata dia, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Edi Subaktiar/Glori Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Debby Susanto, serta Riky Widianto/Puspita Richi Dili pun harus berhati-hati dengan pasangan Joachim Fischer Nielsen dan Christina Pedersen dari Denmark. "Ganda campuran dari Hongkong, Lee Chun Hei dan Chau Hoi Wah, pun harus diwaspadai karena akhir-akhir ini mereka bermain bagus," tutur juara Olimpiade Atlanta 1996 ini.

    Berdasarkan pengundian yang dilakukan oleh PP PBSI dan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) hari ini, Selasa, 28 Juli 2015, serta dihadiri oleh Presiden BWF Poul Erik Hoyer, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo, dan Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI, Ricky Subagja, pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendapatkan bye ke babak kedua. Demikian juga pasangan ganda putra Korea Selatan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong pun. Mereka langsung melaju ke babak kedua.

    Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga langsung melangkah ke babak kedua--hal sama yang juga dialami pasangan ganda campuran Cina, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.